by

Pembunuhan Sopir Taksi di Kota Bogor Terungkap, Motif Pelaku Rampas Handphone Korban

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota akhirnya mengungkap kasus pembunuhan yang menimpa Yasin Zamahsari, sopir taksi blue bird. Motif pelaku merampas telepon genggam korban.

Insiden itu terjadi di Jalan Gunung Gede, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, pada 6 November 2021, sekira pukul 05.00 WIB. Awalnya, Yasin ditemukan petugas keamanan setempat dan rekannya tergeletak bersimbah darah akibat luka bacok di bagian paha. Korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis di Rumah Sakit PMI.

“Aksi kekerasan ini menimbulkan korban meninggal dunia bapak Yasin pengemudi taksi blue bird karena luka senjata tajam pada bagian paha. Tersangka telah berhasil ditangkap,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, Senin (22/11/2021) saat jumpa pers di Taman Corat Coret.

Pelaku berinisial RHR alias Rey ditangkap polisi di wilayah Cilebut, beberapa waktu lalu. Sedangkah satu pelaku lain dengan inisial A ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kombes Pol Susatyo menegaskan, bahwa pihaknya masih berkomitmen terhadap aksi-aksi kekerasan di wilayah Kota Bogor akan ditangani secara serius. Sebab, aksi kekerasan ini menyebabkan fear of crime.

“Karena aksi kekerasan menimbulkan ketakutan terhadap kejahatan ini, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan segera apabila memang melihat kelompok-kelompok motor atau lainnya yang memang mengganggu masyarakat,” ucap Kapolresta.

Sementara Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto menjelaskan, motif pelaku adalah ingin mencuri handphone korban. Pelaku awalnya berpura-pura menanyakan arah ke Warung Jambu kepada korban yang sedang duduk di trotoar seorang diri di lokasi kejadian.

“Korban ini sendiri, dia (pelaku) berusaha ambil handphone korban. Korban ini melawan kemudian dibacok pelaku di bagian kakinya. Ini berdasarkan saksi sekuriti di perumahan tersebut. Korban meninggal di rumah sakit,” paparnya.

Lebih lanjut, kata Kompol Dhoni, Rey yang merupakan pelaku utama dalam kasus ini terlibat dalam aksi kejahatan di dua lokasi di wilayah Kecamatan Bogor Utara. Yakni Tegal Gundil dan Tanam Corat Coret.

Tak hanya di Kota Bogor, pelaku juga sudah tiga kali beraksi dengan kelompoknya di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor. Mereka beroperasi pukul 04.00 sampai 05.00 WIB dengan sasaran korban seorang diri.

“Pelaku ini kami inventalisir ada tujuh kali melakukan curas ataupun curat di wilayah kota dan kabupaten Bogor,” tutur Kompol Dhoni.

Dalam kasus ini, pihaknya melakukan kerjasama dengan jajaran Polda Metro Jaya. Sebab, pelaku juga sempat melakukan aksinya di wilayah Depok.

“Jadi totalnya delapan TKP (tempat kejadian perkara) dan hampir seluruhnya korbannya dibacok. Ya, mereka ini satu komplotan,” pungkasnya.

Terhadap pelaku, polisi menjerat dengan Pasal 365 KUHAP. Ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu handphone dan juga taksi blue bird yang digunakan korban (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *