BOGORONLINE.com – Hari ke tiga pascabanjir di Jalan Dadali, Tanahsareal, Kota Bogor, Tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian pengendara motor yang terbawa arus air hingga terperosok ke saluran air pada 11 Oktober 2022 lalu.
Proses pencarian yang dilakukan pada Kamis (13/10/2022), terbagi tiga tim mulai dari area titik awal terperosoknya pengendara motor hingga menyusuri aliran sungai Ciliwung di Kabupaten Bogor.
Komandan Regu BPBD Kota Bogor Maruli Sinambela mengatakan, Tim SAR gabungan terus bergerak melakukan pencarian terhadap korban. Di hari ke tiga juga diturunkan alat berat untuk di area ujung gorong-gorong tak jauh dari titik awal terperosoknya korban.
“Hari ke tiga percarian ini kita lakukan juga pengerukan tebingan, bongkahan beton, untuk diangkat. Kita coba berusaha kemungkinan terjadi di sini,” kata Maruli.
Selain di lokasi tersebut, pencarian juga dilakukan tim dengan menyusuri aliran sungai Ciliwung yang berada di wilayah Kota Bogor hingga ke Kabupaten Bogor.
“Pencarian diperluas dari Grande sampai jembatan Cilebut dekat PDAM Kabupaten Bogor juga sampai Kampung Bambu, Cibinong dengan menggunakan dua perahu karet,” terangnya.
Maruli mengatakan, hari pertama dan kemarin upaya pencarian korban sempat terkendala dengan curah hujan yang masih terjadi di Kota Bogor. Hal itu membuat volume air besar dan dari informasi yang didapatnya ketinggian air mencapai satu meter lebih.
“Untuk sementara dalam pencarian kita kesulitan dengan derasnya air. Kalau di titik awal kita coba penyusuran ada tumpukan beton, maka pakai alat berat untuk dibongkar. Mudah-mudahan antara kejadian longsor dengan korban berbarengan,” paparnya.
Sejauh ini, pelat nomor yang diduga dari motor yang digunakan korban ditemukan di hari pertama tak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian di hari kedua, ditemukan spion motor oleh warga sekitar.
Hingga pukul 13.30 WIB, Tim SAR gabungan belum menemukan keberadaan pengendara yang diketahui merupakan mahasiswi IPB maupun sepeda motornya.
“Sampai saat ini belum (ditemukan). Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga 7 hari,” kata Maruli. (Hrs)





