Cibinong, BogorOnline.com – SMPN 3 Cibinong, Kabupaten Bogor, yang menggelar acara pelepasan ratusan murid kelas IX (9) di Gedung Bagas Raya Cibinong, pada 25 Mei 2023 diduga sarat Pungutan Liar (Pungli) dan ancaman kepada orang tua murid.
Pasalnya, salah seorang orang tua murid kelas 9 SMPN 3 Cibinong yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jika dalam momentum perpisahan anaknya yang telah selesai mengemban ilmu di tingkat sekolah menengah pertama di SMPN 3 Cibinong, dimintai senilai Rp 900 ribu lebih per anak.
Menurutnya, 900 ribu rupiah yang diberikannya itu dilakukan oleh pihak Koordinator Sekolah (Korlas) yang disinyalir menjadi kepanjangan tangan dari pihak SMP Negeri milik plat merah tersebut.
“Pasti ada biaya untuk acara perpisahan anak saya, saya pribadi dimintai Rp 900 ribu. Teman anak saya infonya malah sampai Rp 1 juta rupiah,” kata sumber kepada wartawan media ini, Kamis (25/3/23).
Ia menjelaskan, untuk biaya Rp 900 ribu lebih itu, hanya sebatas untuk pembiayaan sewa gedung Bagas Raya Cibinong, alias tidak diberikan seragam bagi seluruh para siswa dan siswi yang hari ini telah dinyatakan lulus.
“Rp 900 ribu lebih itu hanya untuk biaya sewa gedung, konsumsi dan pemberian medali saja. Jadi untuk seragam kebaya bagi siswi orang tua diminta beli sendiri sampai ke rias-riasnya,” ungkapnya.
“Jadi sekitar kurang lebih Rp 1,5 jutaan lah saya habis untuk perpisahan putri saya sekarang ini,” tambahnya.
Parahnya lagi, sambung dia, apabila ada salah seorang murid yang orang tuanya belum membayar biaya untuk perpisahan tersebut, menurut chattingan di grup WhatsApp salah satu Korlas, akan didatangi ketua Rukun Tetangga (RT) dimana siswa atau siswi itu tinggal.
“Ni isi chatnya di grup WA, “kirain dah pada lunas. Sebentar lagi lho acaranya, samperin kerumahnya. Panggil RT RW, kalau memang belum bayar alasannya apa tuh. Kalau memang gak mampu, suruh bikin SKTM aja buu”. Gitu isinya, parah terkesan perbuatan ancaman,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 3 Cibinong, Wahyudin membantah bila pungutan yang dimintai oleh pihak panitia acara pelepasan SMPN 3 Cibinong sebanyak 439 murid tahun 2023, bukan Rp 800 sampai 1 juta rupiah. Melainkan, kata Wahyudin, biaya yang dipungut hanya sebesar Rp 400 ribu per murid.
“Enggak, bukan Rp 800 atau Rp 1 juta rupiah. Tapi hanya 400 ribuan saja,” kilahnya.
Ia menjelaskan, dari total 439 murid terdiri dari 10 rombongan belajar (Rombel) pada kelas IX yang pada hari ini, dilakukan acara pelepasan angkatan ke-27 SMPN 3 Cibinong, Kabupaten Bogor, tidak semua dimintai biaya untuk momentum tersebut.
“Dari 439 murid, tidak semua dimintai untuk acara pelepasan. Misalnya orang tua murid yang kurang mampu di gratiskan oleh panitia,” akunya.
Namun Wahyudin mengungkapkan, dengan dilakukannya simbolis pelepasan 439 bagi anak didiknya itu, telah diprediksi akan lulus 100 persen.
“Insha Allah, sudah kita prediksi dari 439 murid kelas IX kami ini tingkat kelulusannya 100%,” ujarnya.
Lebih lanjut ia memaparkan, diharapkan bagi para siswa dan siswi kelas IX SMPN 3 Cibinong angkatan ke-27 bisa menjadi anak yang hebat dan soleh-soleha.
“Dan pesan saya agar, dimana pun kalian berada jaga perilaku, akhlak yang baik,” tandasnya.






Saya wali murid dari smp 3 cibinong, betul adanya di mintai uang untuk perpisahan sebesar 800rb bukan 400rb saya punya bukti pembayaran nya
Saya pikir sudah dapat baju seragam perpisahan nya ternyata cuma mendali dan snacks makan siang, foto pun beda lagi harganya kalau sendir