Pentingnya Lima Pilar Tatalaksana Diabetes

BOGORONLINE.com – PT Sanghiang Perkasa (KALBE Nutritionals) bekerja sama dengan Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) cabang Bogor, memberikan edukasi mengenai pentingnya lima pilar tatalaksana diabetes untuk mengontrol gula darah agar tidak terjadi komplikasi di kemudian
hari kompleks RS Marzoeki Mahdi, Bogor, pada Sabtu, 15 Juli 2023.

“Diabetesi sangat rentan mengalami komplikasi jika gula darah tidak dikendalikan dengan baik. Maka dengan rutin memonitor gula darah serta melakukan disiplin 3J, mengontrol Jumlah makanan yang diasup, memilih Jenis makanan yang baik untuk gula darah dan mengatur Jadwal makan, diabetesi dapat
mengontrol gula darah dan terhindar dari risiko komplikasi diabetes,” ujar Robertus Parulian Purba, Director of Adult and Specialized Nutrition KALBE Nutritionals, pada acara peringatan Hari Diabetes Nasional (HDN) 2023 di Bogor.

Lanjut Robertus, Diabetessol sebagai nutrisi khusus
diabetesi dalam menjaga gula darah membantu diabetesi untuk mencapai 3J, yaitu Jaga Gula Darah, Jaga Kekuatan Tulang dan Sendi, serta Jaga Imunitas Tubuh sehingga diabetesi Jadi Lancar dalam melakukan aktivitas sepanjang hari.

Di kesempatan yang sama, dr. Roy Panusunan Sibarani, Sp.PD-KEMD, FES, mengutarakan bahwa diabetesi saat ini juga dialami oleh para populasi usia produktif, tepatnya di bawah usia 40 tahun, meskipun diabetes juga terjadi di kelompok usia 40+ tahun dan masih menjadi kasus penyakit tidak menular yang semakin bertambah setiap tahunnya.

Kondisi ini sesuai dengan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 dimana dari 4 orang diabetes yang baru terdeteksi, terdapat 1 orang yang mengalami kondisi diabetes lebih dini (di bawah usia produktif). Adapun pengaruh dari kondisi kesehatan tersebut
di antaranya yaitu terlalu sibuk bekerja dan kurang beraktivitas fisik.

Diabetes Initiatives, salah satu gerakan yang diinisiasi oleh Prof. Sidartawan Soegondo (guru besar dan dokter spesialis endokrin metabolik diabetes) dan tim, mengutarakan pentingnya turut serta dalam
mengedukasi terus menerus mengenai bahaya diabetes sejak dini, rutin berolahraga, dan pola makan bergizi seimbang.

“Diabetes itu ada banyak tipenya seperti tipe 1 yang tidak bisa menghasilkan insulin secara alami dan tipe 2 karena punya keluarga atau riwayat diabetes,” terang dr. Roy Panusuan.

Sayangnya, sambungnya, kebanyakan orang masih tidak menyadari bahwa dirinya menyandang diabetes. Padahal diabetes yang tidak dikendalikan bisa memicu terjadinya berbagai komplikasi, seperti kerusakan saraf, sakit jantung, kerusakan mata, serta masalah ginjal.

“Hal yang perlu diingat oleh diabetesi adalah pengaturan pola makan, aktivitas fisik, terapi farmakologi yang tepat sesuai saran dokter, dan adanya keterlibatan keluarga. Hal ini bisa membantu diabetesi untuk mengendalikan gula darahnya,” imbuh dr. Roy Panusuan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa gula darah harus dikontrol secara periodik agar pengobatan dan gaya hidupnya dapat dievaluasi oleh dokter.

“Terapi farmakologis saja tidak cukup, harus disertai dengan nutrisi diabetes yang lengkap dan seimbang supaya gula darah lebih terkontrol. Selain itu perlu
untuk rutin berolahraga seperti jogging dan bersepeda minimal 30 menit setiap harinya,” lanjut dr. Roy Panusuan.

Pola asupan 3J, yaitu Jumlah, Jenis, dan Jadwal juga perlu dilakukan diabetesi agar gula darah tidak naik atau turun secara drastis. Hera Ganefi TD, DCN., MARS., RD, Ketua Asosiasi Dietisien Indonesia Cabang
Bogor menjelaskan bahwa diabetesi harus tetap mendapatkan setidaknya 1.500 kalori per harinya.

“Perhatikan makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat baik dan berserat tinggi, lemak tidak jenuh, protein, dan tinggi serat. Dengan pilihan makanan yang tepat tentu saja bisa sekaligus menambah daya tahan tubuh sehingga terhindar dari berbagai penyakit lainnya yang bisa memperburuk kondisi diabetesi,” ungkap Hera.

Hera juga menganjurkan diabetesi untuk setidaknya makan besar 3x sehari dan 3x makan kecil. “Konsumsi serat bisa didapat dari kacang-kacangan serta buah dan sayuran dan disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 20-25 gram per harinya. Sedangkan untuk protein, pilihlah daging putih seperti daging ayam tanpa kulit, ikan, telur, daging sapi yang rendah lemak, serta protein nabati seperti kacang
merah, kacang polong, tempe, dan tahu”.

Acara ini juga didukung oleh Elvasense dan Diabetes Total Solution dalam bentuk pengecekan gula darah gratis, edukasi penggunaan alat pengukuran gula darah, serta tata cara injeksi insulin bagi diabetesi.

Diketahui, angka penyandang diabetes atau diabetesi di Jawa Barat berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jawa Barat pada tahun 2020 tercatat naik sebesar 21,36% menjadi 1.078.857 orang.

Khusus untuk Kabupaten Bogor dan Kota Bogor tercatat ada 91.156 orang yang
menyandang diabetes. Angka ini memiliki kecenderungan untuk naik setiap tahunnya, terutama dipengaruhi karena gaya hidup serta pola konsumsi yang terjadi di masyarakat Indonesia.

Sementara berdasarkan data dari International Diabetes Federation (IDF), Indonesia secara global menjadi negara peringkat 5 tahun 2021 di dunia dengan jumlah penyandang diabetes mencapai 19,47 juta orang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *