Mundurnya Demokrai

Headline, Sosok227 views

 

Demokrasi kita kini sedang mundur balik kebelakang, ke zaman dimana otoritarianisme yang tuna rasio dan tuna spiritual mengarahkan dan mengendalikan kekuasaan. “segenggam kekuasaan bisa mengalahkan sekeranjang kebenaran”. penguasa adalah pemiliki kebenaran dan sejarah. Namun demikian, Tuhan tidak pernah membiarkan dunia ini kosong oleh mereka yang memiliki tekad yang kuat untuk merubah dan memperbaikinya.
Demokrasi kita sedang mundur, seiring mundurnya orang – orang yang kita anggap memiliki integritas dan idealisme, mereka bersimpuh dikaki kekuasaan yang sedang kehabisan modal sosial berupa etika atau moral. Penguasa yang sudah tidak memiliki etika atau moral, ia akan menggunakan kekuasaannya dengan berbagai cara dan alat untuk menjaga eksistensinya. Menghasut, menakut nakuti dan mengiming imingi menjadi cara bagaimana ia mengajak orang – orang untuk bergabung dalam barisannya. Orang orang yang terhasut, takut dan tergoda adalah, orang – orang yang tidak memiliki integritas untuk bisa dipercaya dan diakui.
Kekuasaan dan kekayaan bisa menenggelamkan kesadaran dan menutupi akal-pikiran yang bisa membuat manusia kehilangan rasa malunya. Ia tidak bisa dinasehati lagi, yang bisa merubah kadaan kini hanya dua kekuatan. pertama, kekuatan adikodrati (Tuhan akan bekerja). Kedua, kekuatan rakyat. Diperlukan tongkat Nabi Musa untuk bisa merubah keadaan ini. Dan tongkat itu kini berada ditangan rakyat. Hanya rakyat yang bisa merubah dan memperbaiki keadaan. Namun sayang rakyat kita masih tertutup hingga tidak mengatahui permasalahan yang terjadi. Keadaan ini, kini, dan disini sudah berada diambang batas psikologi (kesal, jengkel, kecewa, marah) berpotensi menjadi pemantik munculnya ledakan.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *