Kurang dari Seminggu, Polisi Tangkap 3 Pelaku Curanmor di Bogor

BOGORONLINE.com – Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap tiga kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam kurun waktu kurang dari seminggu.

Dalam kasus ini, tiga pelaku berhasil ditangkap dengan dua di antaranya terpaksa ditembak di bagian kaki lantaran berusaha kabur dan satunya melawan saat akan ditangkap petugas.

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara mengatakan, pelaku berinisial NS ditangkap petugas di rumah kontrakan di wilayah Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat.

“NS diamankan tanggal 7 Juni 2024 sebagai ‘pemetik’ baru pertama kali dan kami lakukan penangkapan di kontrakannya di Sindang Barang,” kata Luthfi, Rabu (12/6/2024).

Menurutnya, warga Bandung yang berprofesi sekuriti ini selalu berpindah-pindah tempat dan dalam melancarkan aksinya menggunakan kunci leter T.

“Rencananya hasil-hasil dari kejahatan NS ini akan dijual melalui media sosial Facebook,” ungkap Luthfi.

Selanjutnya, kata Luthfi, petugas berhasil menangkap pelaku curanmor berinisial inisial O pada 9 Juni 2024. Dia adalah orang yang sedang dicari oleh kepolisian.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku O tidak sendiri melainkan bersama dengan komplotannya yang berbeda-beda.

“Pelaku curanmor inisial O merupakan DPO yang sudah beraksi sejak tahun 2017 dan memiliki kelompok bermacam-macam,” katanya.

Selain itu, sambung Luthfi, O memiliki rekam jejak kejahatan dalam kasus berbeda dan pernah mendekam di Lapas Kelas IIA Bogor.

“Pelaku O ini juga merupakan residivis tahun 2007 kasus penipuan di Paledang dan sudah keluar,” kata Luthfi.

Ia menambahkan hasil kejahatan yang dilakukan O dijual ke wilayah Babakan Madang dan Bojong Koneng, Kabupaten Bogor seharga Rp1,5 sampai 2 juta.

Hingga saat ini petugas masih melakukan pengembangan di wilayah tersebut guna mencari kendaraan hasil curian pelaku.

Kepada petugas, kata Luthfi, O mengaku sudah lima kali beraksi di wilayah Kota Bogor dan delapan kali di wilayah Kabupaten Bogor.

“Pelaku O berperan sebagai joki sekaligus menyiapkan alat kunci leter T untuk pelaku lain yang masih kami kejar,” imbuhnya.

Sementara pelaku curanmor lain berinisial AH ditangkap petugas di wilayah Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, pada 10 Juni 2024.

Luthfi mengatakan dari hasil pemeriksaan AH mengaku sudah tiga kali beraksi dengan satu di antaranya wilayah Kota Bogor, sedangkan dua lainnya di wilayah Lebak, Tanggerang.

Adapun motor hasil curian yang dilakukan AH dijual kepada seorang berinisial I dengan harga Rp2,5 juta di wilayah Rumpin, Kabupaten Bogor.

Sedangkan dua motor lainnya diserahkan kepada seseorang berinisial A yang sekarang tengah dalam pengejaran petugas.

“A ini berhasil melarikan diri ketika dilakukan pengejaran di wilayah Bantar Jati,” kata Luthfi.

Terhadap ketiga tersangka sudah dilakukan penahanan rumah tahanan Mapolresta Bogor Kota. Mereka akan dijerat Pasal 363 dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

“Dari 3 pelaku, terhadap 2 pelaku dilakukan tindakan tegas dan terukur, 1 karena berusaha melarikan diri dan 1 lagi berusaha melawan petugas,” tandasnya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *