BOGORONLINE.com, Bogor Timur – Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim memimpin apel Polisi RW Sinergitas Mengabdi Kota Bogor yang dipusatkan di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (14/4/2021). Dalam kesempatan ini, Dedie A Rachim meminta aparatur wilayah di Kota Bogor khususnya Kelurahan Sindangsari untuk mengingatkan masyarakat akan penerapan protokol kesehatan pada Ramadan.
“Baru waktu satu bulan terakhir beranjak ke zona oranye dan masih dipersimpangan belum ke zona kuning. Perlu dikoordinasi Camat, Danramil dan Kapolsek agar bulan Ramadan ini masyarakat harus tetap patuhi protokol kesehatan yang ketat di wilayah,” ungkap Dedie dalam sambutannya saat upacara.
Sementara itu, Lurah Sindangsari, Asep Faisal Rahman mengatakan, pesan dari wakil wali kota yang harus dilakukan pertama memastikan kapasitas salat tarawih 50 persen dan tidak ada penduduk luar dari wilayah sekitar pada satu masjid itu.
“Ya, semisal di RW 02 ada satu masjid, masjid itu khusus untuk warga RW 02 saja, kalau ada dari luar tidak diperbolehkan,” terang Asep.
Kedua, kata Asep, yang ditekankan wakil wali kota berkaitan mudik diusahakan dipantau agar tidak ada orang yang mudik dan juga sebaliknya ada warga yang mudik ke wilayah Sindangsari tetapi tidak lapor sehingga tidak di karantina.
“Seharusnya kalaupun ada yang membandel mudik, wajib dikarantina. Kalaupun ketahuan setelah lolos pemantauan, tetap harus karantina,” tambahnya.
Selanjutnya, sambung Asep, imbauan kepada pedagang takjil mengemas sedemikian rupa, tidak ada pengolahan di tempat dan transaksi harus cepat tidak berlama-lama untuk interaksinya.
“Jadi saat membeli menyerahkan uang dan barang sudah dibungkus rapih dengan kemasan yang bersih. Nanti ada patroli dari wilayah dan TNI Polri mengawasi aktivitas menjelang buka puasa dan mengantisipasi Sahir On The Road (SOTR) diantisipasi kerumunan. Jadi sesuai surat edaran Wali Kota Bogor yang terbaru SOTR dilarang,” tuturnya.
Asep juga menerangkan, bahwa pemerintah mendorong agar masyarakat meningkat kesadarannya akan pelaksanaan vaksinasi.
“Jadi aparatur wilayah berperan penting mensosialisasikan kepada lansia untuk mau vaksin dengan melakukan screening ketat tentunya sebelum divaksin,” ujarnya. (Hrs)





