Bogoronline.com – Jumlah penjualan hewan kurban di Kabupaten Bogor menurun drastis. Hal tersebut merupakan imbas dari turunnya ekonomi masyarakat akibat pandemi covid-19 yang sudah hampir dua tahun bersemayam di Bumi Tegar Beriman.
“Tahun lalu, jumlah hewan ternak yang terjual untuk disembelih ketika Hari Raya Idul Adha 1441 Hijiriyah atau Tahun 2020 masehi lalu 49.000 ekor, tahun ini jumlahnta menurun drastis ke angka 42.000 ekor, baik itu sapi , kebo, domba maupun kambing,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor Oetje Soebagdja, Selasa, (20/7).
Selain itu, dia menyebut, pihaknya melakukan pengecekan kesehatan terhadap hewan yang hendak dijadikan untuk berkurban ke lapak para penjual di Kabupaten Bogor.
“Tak ada hewan ternak yang memiliki penyakit berbahaya ataupun menular, untuk hewan ternak yang punya penyakit ringan seperti mimisan langsung kami obati sehingga sudah pulih kesehatannya,” terangnya.
Terlebih, di masa pandemi covid-19, pihaknya menyarankan masyarakat untuk memotong hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) ataupun Tempat Pemotongan Hewan (TPH).
“Kami sudah menghimbau agar masyarakat memastikan terlaksananya protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 sehingga agar tidak terjadi kerumunan maka kami menyarankan memotong hewan kurbannya ke RPH atau TPH, pemotongannya terbagi dalam 4 hari hingga pembagian daging kurban juga harus diantar oleh petugas RT, RW ataupun yayasan ke rumah masyarakat yang berhak,” jelas Oetje.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Madinah Arrohman Agus Sriyanta menuturkan, jumlah hewan sapi yang disembelih atau dikurbankan pada tahun 2021 menurun 50 persen dari jumlah hewan kurban di Tahun 2020 lalu.
“Tahun lalu ada 14 ekor sapi yang dikurbankan pada Hari Idul Adha, Tahun 2021 jumlahnya menurun menjadi 6 ekor sapi saja karena di tahun ini orang tua siswa hanya 1 orang saja yang menitipkan hewan ternaknya untuk dikurbankan,” tutur Agus.
Ia melanjutkan demi tercapainya Prokes Covid-19 dalam pemotongan hewan kurban, petugas ataupun guru yang ikut dalam penyembelihan sebelumnya sudah divaksinasi Covid-19 dan menjalani swab test PCR.
“Selain memastikan hewan kurbannya sehat, kami juga sudah memastikan kesehatan petugas dan guru yang ikut penyembelihannya dan lalu mengatur jarak antara mereka serta melarang selain petugas ikut terlibat dalam prosesnya. Dalam pendistribusian hewan kurban, kami sebelumnya sudah membagikan kupon kepada warga sekitar yang berhak dan akan mengantarkan daging kurban tersebut kepada mereka dirumahnya masing-masing,” pungkasnya.*





