Belajar yang baru Merdeka

Fauzi Andrean
Guru SIT Asy Syifa Qolbu

 

Dalam membangun sebuah peradaban maka perlu adanya manusia-manusia berkualitas yang mampu mewujudkannya. Manusia berkualitas tentu tidak datang dengan sendirinya dan tidak pula dilahirkan, namun melalui sebuah proses panjang yang didalamnya memerlukan sebuah perjuangan yang tidak mudah dan salah satunya melalui proses yang namanya Pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah cara dalam membentuk manusia yang bekualitas, sehingga terciptalah manusia yang mampu membangun sebuah peradaban.
Pendidikan adalah fenomena fundamental dalam kehidupan manusia, sebab dimana ada kehidupan manusia disitu juga ada pendidikan. Dalam menjalankan sebuah pendidikan tentu tidak sekedar menjalankannya, maka perlu adanya sebuah pedoman dan sistem dalam Pendidikan sebagai bentuk cara atau strategi dalam mecapai tujuan pendidikan itu sendiri. Maka dalam pendidikan dikenal dengan istilah kurikulum, singkatnya kurikulum adalah sebuah pedoman untuk menjalankan sebuah pendidikan sehingga tercapainya tujuan pendidikan. Kurikulum menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan agar berjalan terarah dengan baik.
Dalam perjalanannya kurikulum yang kita jalani selama ini sudah berganti sebanyak 10 kali karena seiring berjalannya waktu dengan adanya perkembangan zaman yang semakin maju maka kurikulum akan terus mengalami perkembangan sehingga terjadinya sebuah perubahan. Namun saat ini perubahan kurikulum dianggap sebagai hal yang tidak memberikan solusi terhadap masalah pendidikan yang ada di Indonesia, yang ada kurikulum yang terus berganti hanya sebagai langkah uji coba dalam menjalankan proses pendidikan. Guru dan peserta didik yang terus beradaptasi dalam setiap proses pembelajarannya merupakan dampak dari adanya perubahan kurikulum.
Kurikulum Merdeka yang kini dijalankan dalam pendidikan di negara Indonesia ini sebagai terobosan baru untuk megubah proses belajar menjadi jauh lebih relevan. Kurikulum yang berasaskan pada falsafah merdeka Belajarnya Ki Hajar Dewantara sehingga terwujudnya manusia yang merdeka. Menurut Ki Hajar Dewantara manusia merdeka yaitu manusia yang hidup lahir atau batin tidak bergantung kepada orang lain, akan tetapi bersandar atas kekuatan sendiri. Maka dalam proses belajar pada kurikulum merdeka ini lebih mengutamakan kebebasan bagi peserta didik dalam belajarnya, sehingga sesuai seperti yang dikatakan Ki Hajar Dewantara yang menjadikan setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah.
Dengan adanya kurikulum merdeka ini yang berkonsep pada manusia yang merdeka, timbulah sebuah pertanyaan, apakah selama ini kurikulum kita adalah kurikulum penjajahan?, sehingga belajar kita baru merdeka. Lalu selama ini kita kemana saja? Sehingga baru sadar dengan konsepnya Ki Hajar Dewantara yang sudah ada sejak dulu, dan apakah benar-benar ingin merdeka?. maka ketika bicara tentang merdeka tidak hanya pada kurikulumnya, namun juga pada semua aspek pendukung kurikulumnya. Fasilitas dan kualitas serta ketimpangan pada pendidikan yang berakibat tidak meratanya disetiap tempat sehingga kurang dalam menunjang pembelajaran yang menjadi masalah selama ini juga perlu merdeka. karena merdeka yang sesungguhnya adalah Ketika semua bisa menikmati dan menjalankan proses pendidikan ini dengan rasa kesetaraan dan keadilan. Semoga dengan adanya kurikulum merdeka ini menandakan adanya kemerdekaan bagi pendidikan di seluruh pelosok negeri yang menghapuskan penjajahan dalam pendidikan kita.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *