Daerah Tak Perhatikan Kader Posyandu Akan Dijatuhi Sangsi Kemenkes

Dramaga – bogoronline.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada daerah kabupaten/kota yang tak memperhatikan kader-kader Posyandu, karena mereka inilah unjuk tombak suksesnya program peningkatan dan kesadaran masyarakat akan gizi seimbang.
“Para kader Posyandu yang ada di perkampungan itu kerjanya sukarela atau tidak mendapatkan honor, sehingga setiap daerah wajib memberikan perhatian, nah terkait bentuknya kita serahkan kepada daerah sesuai dengan kemampuan keuangannya,” kata Direktur Jenderal Gizi Masayarakat, Kementerian Kesehatan Dody Izwady, kepada wartawan ditemui disela acara seminar gizi yang diselenggarakan PT. Sarihusada Generasi Mahardika bersama Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat IPB, di Kampus Dramaga Rabu (10/02).
Penjatuhan sanksi kepada daerah itu kata Doddy tidak langsung dilakukan Kemenkes, tapi oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Daerah-daearh yang tak memperhatikan kader Posyandu, kita sampaikan ke Kemendagri saat rapat cabinet, jadi Kemendagri lah yang akan menjatuhkan sanksinya. Dan itu berupa pengurangan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK)” ujarnya.
Menurut Doddy, gizi seimbang ini diperlukan khususnya oleh ibu hamil dan bayi hingga mereka berusai 1.000 tahun. “Gizi seimbang ini, karena untuk mencegah bayi yang dilahirkan itu terserang penyakit bawaan, makanya Kemenkes memberikan perhatian serius terhadap masalah gizi ini,” ungkapnya.
Ditempat yang sama Kepala Bidang Promosi Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Sri Basuki Dwi Lestari menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor sejak beberapa tahun lalu telah mengalokasikan anggaran untuk membantu kinerja para kader Posyandu di 40 kecamatan. “Ya meski nilainya tak seberapa, namun itu bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap para kader Posyandu,” katanya.
Sri membenarkan, kader Posyandu merupakan garda terdepan dalam menjalankan program Kementerian Kesehatan. “Tanpa mereka kita tak bisa berbuat banyak, berkat jasa para kader yang tak kenal lelah, sejumlah program termasuk mensosialisasikan tentang pentingnya gizi kepada masyarakat, khususnya ibu hamil dan bayi yang baru dilahirkan,” pungkasnya. (Zap)


TAG