Diskoperindag Ngaku Jumlah Minimarket Over Dosis

Cibinong – bogoronline.com – Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM mengaku jumlah minimarket dengan label bisnis waralaba di Bumi Tegar Beriman ini sudah over dosis atau kelebihan. Namun demikian, Diskoperindag, tak memiliki kewenangan untuk menindak,karena tugasnya hanya melakukan pengkajian dan pendataan saja.
“Kita mengakui jumlah minimarket di Kabupaten Bogor sudah overlah, sehingga perlu ada moratorium,” kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Azzahir, ditemui wartawan, usai meninjua tempat penampungan PKL di Cibinong, Selasa (09/02).
Azzahir mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan terakhir jumlah minimarket di 40 kecamatan saat ada 748 unit. ““Kita bahkan telah menetapkan delapan kecamatan menjadi tanah haram untuk pendirian minimarket baru, karena tadinya jumlahnya sudah membludak, bahkan jarak 500 meter yang ditetapkan dalam Perda Nomor 11 tahun 2012,” ujarnya.
Azzahir menegaskan, Diskoperindag telah menyampaikan pandangan kepada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) terkait untuk tidak lagi mengeluarkan izin baru. “Pembatasan jumlah minimarket ini diperlukan, untuk melindungi para pelaku UMKM, seperti pemilik warung klontong yang umumnya bermodal kecil,” ungkapnya.
Kepala Sub Bidang Penerbitan Izin Oprasional Badan Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP), Dadang Rosmana membenarkan, penerbitan izin usaha toko modern ada ditangan BPMPTSP, namun perlu diingat sebelum izin diterbitkan, pihaknya menunggu rekomendasi dari Diskoperindag “IUTM yang kita terbitkan menunggu hasil kajian dari Diskoperindag, artinya BPMPTSP tak sembarangan dalam mengeluarkan izin terkait minimarket,” kilahnya.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekertariat Daerah Benny Delyuzar mengatakan, persoalan minimarket ini akan segera dibahas bersama SKPD terkait. “Pokoknya semua SKPD terkait akan kita kumpulkan khusus membahas permasalahan minimarket,” tegasnya. (zap)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.