Angkot dari Tiga Trayek Diwajibkan Masuk ke Lokasi

Cibinong – bogoronline.com – Pusat Kota Cibinong yang awalnya kumuh, lantaranya banyaknya sampah dan lapak-lapak milik pedagang kaki lima (PKL) lambat laun kini mulai bersih, setelah para PKL tersebut direlokasi ketempat penampungan milik seorang pengusaha yang berlokasi di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong.
Langkah yang dijalankan para petinggi di Bumi Tegar Beriman ini, ternyata tidak sampai merelokasi saja. Bupati Nurhayanti, sebagai pemangku kebijakan telah memerintahkan Kepala Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) R. Soebiantoro memasukan angkutan kota, ke lokasi penampungan. Perintah orang nomor satu di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor ini, dalam upaya meramaikan pusat penampungan PKL.
“Selasa (kemarin –red) tiga angkot yang melayani rute Pasar Anyar – Citeureup, Cisalak – Cibinong dan Kampung Rambutan – Citeureup, kita masukan ke penampungan yang ada di gedung Cibinong Kesehor Market (Cikema),” kata Kepala Seksi Angkutan DLLAJ, Joko Handriatno.
Penambahan rute ini kata Joko, jawaban DLLAJ atas aspirasi warga dan PKL. “Sejak pusat penampungan PKL ini diresmikan Bu Yanti, Desember lalu, warga enggan berbelanja di sini, lantaran tidak adanya angkot yang masuk. Nah sekarang kita realisasikan,” ujarnya.
Kepala Seksi Lalu Lintas DLLAJ Sugeng Pambudi menambahkan, penambahan rute untuk tiga angkot ini sebelumnya sudah disosialisasikan. “Untuk mencegah terjadinya kemacetan di pintu masuk, setiap harinya akan ada petugas Dalops, Satpol PP dan Satuan Polisi Lalu Lintas dari Kepolisian Sektor Cibinong yang mengaturnya,” jelasnya.
Kepala Unit Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Cibinong Atmawinata menegaskan, sejak tempat penampungan PKL di Cikema ini beroperasi Desember lalu, pihaknya tidak akan memberikan toleransi lagi kepada PKL yang tetap berjualan di bahu Jalan Raya Bogor – Jakarta dan Mayor Oking. “PKL yang berjualan di dua bahu jalan itu akan kita tindak tegas, karena sesuai aturan bahu jalan bukan tempat untuk mengelar transaksi jual beli,” ungkapnya.
Dilain pihak, Yosef Irawan Gunawan, sang pemilik gedung menyatakan kesediannya menyiapkan lahan untuk penampungan PKL, semata-mata untuk membantu Pemerintah Kabupaten Bogor menata kawasan Kota Cibinong.
“Gedung yang saya miliki itu kan tak digunakan, agar tak mubazir lebih baik dipakai menampung PKL, karena kebetulan Pemerintah Kabupaten Bogor kesulitan mencari lahan yang pas,” katanya.
Yosef menambahkan, untuk kenyamanan baik pembeli maupun PKL, perlahan semua fasilitas pendukung yang kurang akan segera disedikan. “Pokoknya dalam waktu tiga bulan kedepan, semua fasilitas yang kurang akan kita penuhi, termasuk mushola,” pungkasnya. (Zap)