CEGAH KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DAN ANAK  BPPKB GELAR RAKOR P2TP2A

Cibinong – bogoronline.com – Berbagai upaya untuk meningkatkan perlindungan kepada perempuan dan anak-anak atas tindak kekerasan, diskriminasi, dan trafficking, BPPKB Kabupaten Bogor mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A),  di ruang serbaguna 1, gedung Setda Kabupaten Bogor, Selasa (29/3). Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Assisten Kesra Roy E Khaerudin, Perwakilan dari Kementrian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Kadinkes Kabupaten Bogor, Kepala BPPKB Kabupaten Bogor, P2TP2A Propinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bogor, serta diikuti oleh hampir 185 peserta yang terdiri dari unsur DPRD, Muspida, Satgas/Gugus Perlindungan Perempuan dan Anak, Camat, UPT BPPKB dan Pengurus P2TP2A.

Dalam sambutannya,Roy mengatakan  bahwa rapat koordinasi ini diharapkan mampu memasyarakatkan model kemitraan antara P2TP2A Kabupaten Bogor (Wanoja Mitondang) dengan seluruh SKPD dan partisipan pembangunan yang berkompeten, sehingga pada gilirannya nanti akan terbentuk kesamaan visi, misi, dan atensi bersama tentang prosedur operasional standard dan mekanisme yang harus ditaati dalam penanganan kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak khususnya di Kabupaten Bogor.

“Pemerintah Kabupaten Bogor tentunya berharap agar forum ini mampu menghasilkan rumusan optimalisasi peran dan fungsi P2TP2A Wanoja Mitondang, termasuk dalam hubungannya dengan sistem rujukan pelayanan kesehatan korban tindak kekekrasan terhadap perempuan dan anak serta penguatan jejaring penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak melalui kesepakatan bersama antar dinas/instansi yang berkompeten” ujar Roy

Ditambahkan Roy, peran P2TP2A Wanoja Mitondang sebagai pusat pengayoman perempuan  dan anak-anak dari tindak kekerasan, diskriminasi dan trafficking, kiranya menjadi wadah yang tepat untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menjamin pengarustamaan kebutuhan dan kepentingan perempuan dan anak-anak dalam setiap kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam bidang-bidang prioritas seperti kesehatan, pendidikan dan perekonomian.

“Dengan adanya P2TP2A, setiap perempuan dan anak-anak yang memiliki persoalan dengan kekerasan, diskriminasi dan trafficking, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menyelamatkan masa depannya, karena P2TP2A memiliki program penanggulangan terpadu yang mampu menjamin keterlindungan dan keselamatan perempuan dan anak-anak, bekerjasam dengan aparat penegak hukum dan beberapa kelompok atau lembaga yang mempunyai kepekaan dan kepedulian terhadap atau kebutuhan perempuan dan anak-anak” akhir Roy

Sementara itu menurut Kepala BPPKB Kabupaten Bogor, Emy Pernawaty, mengatakan bahwa diadakannya rakor ini bertujuan antara lain untuk mensosialisasikan pelayanan minimal bidang layanan terpadu bagi perempuan dan anak korban kekerasan, memperkuat sinergitas P2TP2A Kabupaten dengan P2TP2A Propinsi, meningkatnya mekanisme penanganan kasus P2TP2A Kabupaten Bogor dan mensosialisasikan peningkatan perlindungan perempuan dan anak korban tindak kekerasan yang dilakukan oleh unit PPA Sat Reskrim Polres Bogor . “Mudah-mudahan segala sosialisasi yang saya sebutkan tadi mampu terwujud oleh seluruh elemen yang mengikuti rakor ini, meningkatkan peran dan fungsi satgas perlindungan perempuan dan anak juga memberikan langkah mudah dalam tindakan hukum yang nantinya dibantu oleh Polres Bogor dan lembaga hukum lainnya” jelas Emy (BO/DISKOMINFO)