Jembatan Penghubung Dua Desa Ambruk

Ciawi – bogoronline.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak Rabu (09/03) sore hingga malam, mengakibatkan jembatan yang menghubungkan dua desa di Kecamatan Ciawi ambruk. Akibatnya aktivitas warga dari Desa Teluk Pinang dengan Banjarwaru terhambat.
“Jembatan itu ambruk, akibat tanah yang menjadi penopang pondasi longsor,” kata Endang Witarsa, ketua RW 09, Desa Banjarwaru, Kamis (10/03).
Endang mengatakan, jembatan sepanjang 25 meter dengan lebar 1,5 meter itu ambruk sekitar pukul 17.30 Rabu lalu, ketika wilayah Ciawi diguyur hujan deras. “Ya untungnya saat jembatan itu ambruk tak ada warga yang melintas,” ujarnya.
Endang menjelaskan, jembatan yang ambruk itu setiap hari dipakai melintasi warga dari Kampung Kubang, Desa Banjarwaru dan warga Kampung Teluk Pinang, Desa Teluk Pinang. “Yang menjadi masalah sekarang ini, anak-anak, karena mereka harus memutar jalan, ketika pergi atau pulang sekolah,” ungkapnya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan wilayah Ciawi Eka Sukarna, mengatakan jembatan yang ambruk itu usia teknisnya baru enam tahun.”Jembatan itu dibangun tahun 2010 dengan anggaran dari program desa peradaban,” katanya.
Jembatan itu tak lagi bisa diperbaiki dengan APBD Kabupaten Bogor, lantaran kata Eka, statusnya sebagai jembatan desa. “Jembatan itu bisa diperbaiki atau dibangun ulang dengan menggunakan dana desa bantuan pemerintah pusat,” pungkasnya. (zah)