Bangunan ‘Bodong’ di Pasar Cileungsi Harus Dibongkar

Bogoronline.com-Terkait dengan persoalan yang terjadi di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, dengan telah terjadinya pelanggaran dalam pembangunan yang tidak sesuai dengan Siteplan, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) akan merekomendasikan kepada PD Pasar Tohaga untuk menyesuaikan dengan Siteplan.
Kepala Bidang (Kabid) Tata Bangunan pada DTBP Kabupaten Bogor Atis Tardiana menuturkan, jika persoalan pembangunan pasar Cileungsi sudah menjadi keputusan bersama SKPD terkait, PD Pasar Tohaga bersama dengan Ombudsman RI. Dalam keputusannya, lima ruko yang semestinya berdiri sebuah sarana ibadah yang tertera dalam gambar Siteplan harus diterapkan.
“Kami dari dinas teknis, sependapat dengan Ombudsman RI. Karena kalau bangunan itu tidak sesuai dengan Siteplan berarti itu bangunan bodong, dan ini perlu dibenahi,” tutur Atis ketika ditemui bogoronline.com dikantornya, Senin (25/04).

Atis juga mengatakan, jika PD Pasar Tohaga telah melayangkan surat kepada DTBP untuk memberikan saran teknis. “Dan saran teknis dari kami adalah mengembalikan kepada Siteplan awal,” katanya. Menurutnya, penempatan Masjid pada tempat yang sebenarnya, yaitu didepan merupakan posisi yang tepat. Karena menurutnya, dengan letak Masjid didepan maka bukan hanya masyarakat pasar saja yang dapat menggunakan masjid tetapi masyarakat lain.

Atis menekankan, jika PT Bangun Bina Persada selaku pengembang Pasar Cileungsi menjadi pihak yang harus bertanggungjawab karena perusahaan tersebut yang telah menyalahi aturan. “Sebenarnya itu sudah jelas kok, objeknya tidak berijin dan melanggar Siteplan, tinggal kemauan pengembang saja apakah mau bongkar atau tidak, dan kalau tidak mau membongkar berarti kan mengabaikan putusan Ombudsman,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD.Pasar Tohaga Romli Eko Wahyudi ketika dikonfirmasi mengungkapkan jika pihaknya tetap membela para pedagang dengan tidak memilah-milah, namun menurutnya semua keputusannya ada pada pemerintah daerah. Ia juga mengakui jika pihaknya telah dua kali mengundang para pedagang perwakilan dari masing-masing komoditi yang ada di Pasar Cileungsi. Menurutnya, para pedagang menginginkan adanya kondisi pasar yang nyaman.

“Dalam pertemuan itu, PT menawarkan pembangunan masjid yang representatif di lantai atas dan para pedagang tidak mempersoalkan letaknya didepan atau dibangunan atas. Mengenai bangunan yang tidak sesuai Siteplan, karena Siteplan itu telah direvisi kedua dan gambar masjid menjadi daerah penghijauan dan resapan air,” ungkapnya.
Mantan Komisioner KPUD Kabupaten Bogor ini menambahkan, jika pihaknya akan berusaha memenuhi rekomendasi dari DTBP dan bukan berarti tidak mematuhi keputusan dari Ombudsman, tetapi dirinya berupaya untuk mencari jalan lain selain dari pembongkaran lima ruko tersebut.
“Kami berpendapat, kalau ada solusi dan perbaikan lain dan itu dapat diterima ya kenapa mesti harus ada pembongkaran. Kami akan terus berupaya membela pedagang kami. Tetapi kalau Pemerintah daerah melalui dinas teknis harus ada pembongkaran, ya kami tetap mengikuti. Dan persoalan ini harus segera tuntas jangan sampai setelah saya masih berlarut-larut,” tukasnya. (adi)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *