SiLPA Rp.1,3 Triliun, Anton Sarankan Segera Pilih Wabup

Gunung Putri – bogoronline.com -Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SiLPA) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tahun anggaran 2015 yang mencapai Rp.1,3 Triliun kembali mendapat sorotan. Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto menilai jika kinerja Bupati Bogor amatlah berat, sehingga perlu segera adanya seorang wakil Bupati.

 

“Silpa itu bukannya buruk, tapi kalau memang anggaran tersebut terserap dengan baik, masyarakat pasti akan menikmati,” kata Anton kepada Harian Pelita usai menjadi pembicara dalam sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Kantor Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (27/4).

 

Anggota DPR RI dari Komisi V ini juga menuturkan, masih banyak infrastruktur di Bumi Tegar Beriman ini yang belum sesuai dengan amanat UUD 1945, seperti jalan-jalan rusak, irigrasi dan Posyandu yang belum terbangun. “Banyak kabupaten di Republik Indonesia ini yang mengalami kekurangan anggaran, sehingga harus menunggu tahun-tahun berikutnya untuk merealisai satu program. Kabupaten Bogor ini ada kelebihan tapi tidak dimaksimalkan,” tutur Anton.

 

Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, jika memang Bupati Bogor merasa cukup kewalahan dalam menjalankan tugasnya, untuk itu dirinya menyarankan agar cepat memilih pendampingnya dalam menjalankan roda pemerintahan. “Dengan 40 kecamatan dan lebih dari 400 desa, tugas Bupati Bogor ini sangat berat dengan luasan wilayahnya. Jadi kalau Bu Yanti ini sibuk, pilih Wakil Bupati untuk membagi tugasnya dalam menjalankan amanah masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

 

Tingginya SiLPA Pemkab Bogor ini menurut anton juga adanya pengawasan yang lemah dari Legislatif, sehingga hal ini semestinya menjadi cambukan bagi anggota DPRD agar bekerja lebih maksimal, karena anggota dewan yang memiliki peran sebagai pengawas pengguna anggaran. “Itu jadi pertanyaan dewan, kenapa sampai bisa terjadi SiLPA 30 persen. Jadi tolong kepada semua anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk melakukan fungsinya sebagai pengawasan penggunaan anggaran. Jangan sampai terjadi lagi SiLPA sebesar itu,” ungkapnya.

 

Anton yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor ini menambahkan, agar ketua beserta seluruh anggota Legislatif di tingkat Kabupaten Bogor, untuk berpikir keras guna tercapainya arah kedepan Kabupaten Bogor yang bercita-cita menjadi kabupaten termaju. “Saya mohon kepada Pak Jaro Ade selaku ketua dewan dan semua anggota DPRD Kabupaten Bogor untuk memikirkan dan segera mengisi kekosongan wabup ini, mau dibawa kemana Kabupaten Bogor ini, dengan tingginya SiLPA tersebut,” imbuhnya.

 

Ia menegaskan, sikap PD dengan telah tingginya nilai SiLPA ini masih tetap pada pendirian awal di Pilkada 2013 lalu, yaitu bagian dari Koalisi Kerahmatan “Sudah jelas kan waktu itu kami mengusung pasangan RY-Nurhayanti. Wujudkan dong visi-misi dengan kerja maksimal untuk rakyat,” tukasnya. (adi)