Disosnakertran Gencarkan Program Pelatihan Kewirausahaan

Cibinong – bogoronline.com – Kuam perempuan di Kabupaten Bogor menjadi kelompok rawan menjadi orang miskin, pasalnya sebagian besar dari mereka, terutama yang tinggal di pedesaan tak memiliki keahlian untuk menopang perekonomian keluarga.
Fakta ini membuat Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) was-was, karena bila dibiarkan akan makin menambah jumlah penduduk miskin di Bumi Tegar Beriman. Padahal Pemerintah Kabupaten Bogor, menargetkan angka penduduk miskin turun.
“Ini menjadi persoalan krusial yang harus ditangani, makanya kami membuat sejumlah program untuk mencegah kaum perempuan itu menjadi penduduk miskin baru, melalui sejumlah kegiatan pelatihan kewirausahaan,” kata Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertran) Acep Jarkasih, Jum’at (20/05).
Pelatihan kewirausahaan yang diberikan Disosnakertras, kata Acep, ada berbagai jenis, pelaksanaan di lapangan disesuaikan dengan kondisi masing-masing kecamatan. “Misalnya di Kecamatan Rancabungur, karena sebagian wilayah ini masuk kawasan perkotaan, kaum perempuannya kita latih tata rias wajah,” ujarnya.
Perempuan yang mengikuti pelatihan tata rias melalui program Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) ini jumlah ada 30 orang. “Mereka hasil seleksi dari tujuh desa se- Kecamatan Rancabungur, mereka yang mengikuti latihan diharapkan bisa mandiri dan mampu menjadi penopang ekonomi keluarga dan mampu keluar dari kemiskinan,” ungkapnya.
Ketua TKSK Rancabungur Didin Awaludin membenarkan, kelompok perempun sangat rentan tertimpa masalah kerawanan sosial dan ekonomi. “Dengan pelatihan kewirausahaan ini, mereka memiliki keahlian yang berguna membantu peningkatan ekonomi keluarga, artinya tak hanya mengandalkan suami untuk mencari sumber nafkah,” katanya.
Selain mendapatkan ilmu teknis menata wajah, para peserta pelatihan ini lanjut Didin mendapatkan hibah peralatan. “Ketika lulus mereka bisa langsung membuka praktik dan mendapatkan uang,” pungkasnya. (zah)