Kursi Wabup Bogor Dibanderol Rp 5 Miliar?

Cibinong – bogoronline.com – Kosongnya kursi Wakil Bupati (Wabup) Bogor nampaknya bakal berlarut sampai berakhirnya masa jabatan Bupati Bogor Nurhayanti di tahun 2018 mendatang. Pasalnya, untuk mengisi kekosongan kursi Wabup tersebut sang calon dikabarkan harus menyerahkan dana minimal sebesar Rp. 5 Miliar.

Hal tersebut dikatakan anggota DPRD Kabupaten Bogor yang juga sekretaris koalisi Kerahmatan, Hendrayana kepada sejumlah wartawan, kemarin.

“Ada calon yang mempunyai kemampuan dalam pemerintahan tapi tidak punya uang, ada yang punya uang tapi tidak memiliki kemampuan itu, jadi ya susah,” celetuk Hendrayana.

Tidak disebutkan siapa calon Wabup yang memiliki dan tidak memiliki kemampuan dimaksud. Namun demikian, ketika ditanya berapa nilai rupiah yang harus dikeluarkan untuk dapat mengisi kekosongan Wabup Bogor tersebut dirinya menyebut angka Rp 5 Miliar. “Rp 5 Miliar cukup lah,” kelakarnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Anton Sukartono Surato ketika dimintai tanggapannya terkait dengan adanya isu “mahar” untuk Wabup, dirinya merasa kaget. “Loh buat siapa uang sebanyak itu, saya tidak tahu kalau ada pakai mahar-maharan segala. Kalau pengantin kan jelas maharnya itu buat si mempelai wanita, kalau Wabup siapa yang menerima mahar tersebut,” kata Anton.

Menurut Anggota DPR RI ini, jika semuanya dikaitkan dengan nilai rupiah, maka tidak akan ada titik temu dalam kekosongan Wakil Bupati. “Saya kira itu tidak masuk akal, dan itu tidak dibenarkan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Barat yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Munawaroh Yasin (AMY) ketika dikonfirmasi menyebutkan, jika pwngisian kekosongan Wabup harus disertai dengan mahar, hal itu merupakan langkah konyol.

“Hari gini masih ada mahar-maharan, konyol amat. Sama saja dengan menyodorkan leher ke KPK. Saya rasa itu tidak mungkin lah,” kata Ade Munawaroh.

Sebelumnya, Bupati Bogor Nurhayanti juga menegaskan, jika dirinya kapan pun siap memproses bakal calon yang akan mendampinginya. “Kita tunggu saja, karena koalisi yang mengajukan. Kalau koalisi hari ini mengajukan siapa pendamping saya, maka hari ini pula akan saya proses,” kata Nurhayanti.

Dirnya juga mengatakan, semenjak dilantik sebagai Bupati, dirinya langsung merespon agar langsung diusung Wabup oleh koalisi. “Dorongan sudah kami lakukan, bahkan dari awal. Koalisinya yang lambat bergerak,” tukasnya. (di)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.