Festival Nasil Liwet Hut RI Ke- 71 di Cigombong Habiskan Ratusan Liter Beras

Cigombong – bogoronline.com – Peringatan hari kemerdekaan RI ke – 71 menjadi momen tepat untuk mempersatukan warga, di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong, memiliki cara unik, untuk menjalin dan memperat jalinan tali silaturahim antar sesama warga, yakni dengan makan nasi liwet bareng di jalan desa sepanjang 1 kilometer.

Hebatnya lagi, biaya untuk memasak nasi tersebut ditanggung bersama oleh setiap kepala keluarga, tentunya disesuaikan dengan kemampuan keuangan masing-masing. Acara unik dan langka menuai pujian dari sejumlah kalangan, apalagi di saat makan nasi yang alasanya menggunakan daun pisang, hampir tak ada jarak antara warga dan perangkat desa, semua berbaur menjadi satu.

“Makan nasi liwet bareng ini melibatkan warga di tiga kampung yang ada di sepanjang Jalan Bojong Kiharip. Semua biaya ditanggung warga, dan bantuan dari pemerintah desa,” kata Ahmad Yani, ketua panitia pelaksana kegiatan, Minggu (21/08).

Ahmad Yani mengatakan, ide makan nasi liwet dengan melibatkan ratusan warga itu muncul dari para pemuda yang tergabung dalam wadah Ikatan Pemuda dan Keluarga Cigombong (IPKC). “Tujuannya hanya satu, yakni memperat tali silatutahim sekaligus mempersatukan warga dan mencegah warga Cigombong, agar tidak hidup mementingkan diri sendiri atau golongannya saja,” tegasnya.

Wawan, ketua RW Kampung Batu Alam menyatakan, acara makan nasi liwet ini sangat mendadak, dirancang beberapa hari sebelum peringatah 17 Agustus. “Makan nasi liwet sepanjang 1 kilo meter dengan melibatkan warga lebih dari 200 orang ini, mungkin baru pertama kali diadakan di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini, tak hanya sekedar makan saja, tapi ada pesan moral yang ingin kami sampaikan kepada masyarakat luas, di tengah kehidupan yang mengarah kehedonisme (hura-hura –red) dan individualisme, ternyata di Desa Cigombong, masih ada semangat bergotong royong,” ungkapnya.

Kepala Desa Cigombong Ujang Saepulloh mengapresiasi, makan nasi liwet bareng yang dilaksanakan warga. “Makan nasi liwet ini, sekalian untuk syukuran atas rampungnya betonisasi jalan yang menghubungkan tiga kampung dengan anggaran berasal dari dana desa,” tutupnya. (Deny/Zahra)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.