PT LKM Dianggap Lakukan Pembohongan Publik

Cibinong-bogoronline.com-Mulai membaiknya operasional PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Bogor dinilai suatu pembohongan publik. Pasalnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak dibidang perbankan tersebut diklaim sedang dalam kondisi terpuruk.

Sempat didugat di Pengadilan Negeri (PN) Cibinong, karena proses transformasi PDPK menjadi PT.LKM diduga cacat hukum, Mantan Direksi PDPK, Syaeful Anwar kembali bersuara.

“Cabang yang di Cisarua atau Cipayung itu sudah tutup, dan sekarang bekas kantornya sudah jadi tempat jualan gas elpiji. Jadi kondisi PT.LKM yang sudah membaik itu merupakan pembohongan publik,” tegas Syaeful Anwar, kemarin.

Ia mengatakan, di Cariu juga banyak karyawan yang sudah mulai ingin mengundurkan diri dari kepengurusan cabang. “Sudah banyak yang tidak digaji, dan mulai ingin mencari kerja,” katanya.

Sayeful Anwar mengungkapkan, di Cisarua sendiri banyak nasabah yang sudah keluar dari PT.LKM. “Jangankan kredit, sudah banyak yang keluar nasabahnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menerangkan, pihaknya juga sudah melayangkan banding terhadap putusan sidang perdata di PN Cibinong. Banding itu sudah dilayangkan ke PN Tinggi Jawa Barat. “Kami sudah layangkan banding, karena putusan di PN Cibinong itu tidak jelas alias ngegantung,” terangnya.

Sebelumnya, Direktur PT LKM, Heri Suhendar mengatakan, BUMD di bidang perbankan yang sempat menuai polemik hingga ke meja hijau akibat bertansformasi badan hukum ini, kembali mulai normal menjalankan layanannya. “Ya, insyaallah kredit mulai berjalan lagi, karena ini bukan perusahaan lama,” ujar Heri.

Heri mengatakan, pihaknya hanya menjalankan regulasi sebelum BUMD ini berubah badan hukumnya. “Ketika ada perubahaan pengurus, bukan berarti dari nol lagi. Semua nasabah merupakan yang lama,” kata Heri.

Ia menambahkan, bukan hanya nasabah kredit saja, penabung juga masih kebanyakan nasabah yang lama. “Dominan itu nasabah saat PT LKM belum bertransformasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, ada juga kredit yang baru-baru ini dilakukan oleh nasabah lama maupun bukan. “Kredit baru itu ada yang sifatnya perpanjangan dan ada juga yang benar-benar baru,” tukasnya. (di)