Areal Proyek Pembangunan Landscape Stadion Dibiarkan Terbuka, Bupati  Janji Tegur Pelaksana

Cibinong – bogoronline.com – Meski nilai proyek pembangunan landscape  Stadion Pakansari di atas Rp 100 miliaran. Namun ironisnya, proyek yang pekerjaan pisiknya dipercayakan PT. Jaya Kontruksi, areal lokasi dibiarkan terbuka, tanpa adanya pagar pembatas. Bupati Nurhayanti pun sedikit kecewa dan berjanji akan menegur kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta pelaksana proyek.

“Seharusnya, di sekeliling areal dipasangi pagar pembatas sementara dengan menggunakan seng atau apa lah, yang penting tertutup, untuk mencegah kejadian yang tak diinginkan, sebab di areal lokasi banyak alat berat dan kabel-kabel,” kata Nurhayanti, Rabu (07/09).

Menurut Nurhayanti, karena dalam waktu dekat ini akan ada pelaksanaan PON, di bagian luar pagar dipasang spanduk yang mendukung kesuksesan penyelenggaraan hajatan olahraga empat tahunan itu. “Dari sisi estetika juga kan lebih  rapi, apalagi jika spanduk dipadukan dengan gambar orang yang  berolahraga,” ujarnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga, Zainandi berkilah, tidak dipasangnya pagar pembatas untuk pengamanan proyek, karena di rencana anggaran biaya (RAB) tidak dicantumkan, sehingga tidak ada kewajiban bagi pelaksana untuk memasangnya.

“Di RAB tidak ada anggaran untuk pemasangan pagar sementara, tapi hanya direksi keet saja, tapi pelaksana tidak membangunnya,  karena mengontrak rumah milik warga yang ada di sekitaran stadion,” katanya.

Alasan tidak dicantumkanya RAB untuk pemasangan pagar di areal lokasi proyek, kata Zainandi, hanya membuang-buang anggaran saja, sebab nantinya di sekeliling areal akan dibangun atau dipasang pagar permanen.

“Tapi, untuk pengamanan kami telah memerintahkan pelaksana memasang garis pembatas dan papan larangan masuk proyek, tanpa dilengkapi dengan sepatu dan helm,” jelasnya.

Proyek landscape ini merupakan pekerjaan tahap akhir dari pembangunan Stadion Pakansari. Pengerjaan proyek telah berlangsung sejak 5 Agustus lalu dan berakhir 25 Desember mendatang. “Ya walau pun agak berat, karena cuaca yang kurang bersahabat, kami yakin proyek tersebut rampung sebelum masa kontraknya berakhir,” kata Zainandi.

Ketika ditanya bagaimana jika, pelaksana tak mampu menyelesaikan pekerjaannya hingga batas akhir kontrak, Zainandi menegaskan, Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai pengguna anggaran akan langsung memutuskan kontrak.

“Tapi, jika ada beberapa bagian yang belum beres dan bisa diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari, setelah masa kontrak berakhir, pelaksana akan dikenakan denda keterlambatan,” pungkasnya. (zahra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *