Bogor Masih Seksi Bagi Gepeng dan Anjal

BogorOnline.com, CIBINONG- Kekuatan finansial Kabupaten Bogor dari sektor pendapatan daerah sebesar Rp 5,4 triliun, belum mampu menekan tingginya Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang mencapai 918.617 jiwa ditambah 7.358 peyandang disabilitas.

Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Bogor Tentang Kesejahteraan Sosial, yang baru disahkan baru-baru ini pun belum bisa dijadikan senjata mengurangi kaum fakir miskin di Bumi Tegar Beriman.

Kepala Bidang Kesejahteraan Sosial pada Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Bogor, Lenny Rachmawati menjelaskan, PMKS terdiri dari 25 jenis, mulai dari anak jalanan, tuna susila, anak terlantar hingga wanita rawan sosial ekonomi.

“Mereka banyak dari luar Bogor, seperti Cianjur, Sukabumi dan Depok. Mungkin karena disini lebih dekat dengan Jakarta dan banyak dikunjungi wisatawan,” kata Lenny kepada BogorOnline.com, Kamis (29/9).

Lenny menambahkan, untuk gelandangan dan pengemis (Gepeng) kebanyakan berada di pusat kota atau kawasan pariwisata. Sementara anak jalanan (anjal), anak terlantar, disabilitas dan fakir miskin, tersebar di seluruh penjuru Bumi Tegar Beriman.

“Untuk PMKS yang terjaring dan berasal dari luar Bogor, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah asal domisili mereka. Kalau dari Kabupaten Bogor langsung kita bina dan diberi pembekalan,” kata Lenny.

Mengenai Perda Kesejahteraan Sosial, kata Lenny, saay ini masih dalam tahap sosialisasi. “Diharapkan, perda ini dapat menekan angka PMKS dan bisa menjadikan mereka.lebih sejahtera,” tukasnya. (Cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.