Rumpin – bogoronline.com – Sungguh beruntunglah, warga Kabupaten Bogor ini, karena dibandingkan daerah lainnya di kawasan Jabodetabek, karena alam di Bumi Tegar Beriman sangat lengkap, dari mulai areal pesawahan hingga pegunungan ada di Kabupaten Bogor, sehingga daerah ini, menjadi tujuan wisata.
Namun sayangnya, keindahan alam, yang merupakan anugerah Yang Maha Kuasa itu, lambat laun mulai hilang, lantaran kekayaan alam yang ada didalamnya, tanpa terkendali dieksploitasi demi mendapatkan rupiah, seperti yang terjadi di Kecamatan Rumpin dan Parung Panjang.
Dua kecamatan yang berada di Kabupaten Bogor bagian utara, kini alamnya tak lagi asri. Hal ini, imbas dari banyaknya aktivitas galian C, baik legal maupun illegal.
Menurut Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), tambang galian di Rumpin dan Parung Panjang akan menjadi bom waktu, karena akan menimbulkan masalah sosial, jika tidak ada upaya untuk mereklamasinya.
“Sudah menjadi rahasia umum, Kabupaten Bogor surganya tambang, baik ilegal maupun legal. Parahnya lagi, para pengambil kebijakan di daerah ini terkesan tidak ada upaya untuk menjagannya, ujar Direktur Eksekutif Nasional Walhi, Nur Hidayati.
Menurut Nur Hidayati, Rumpin, salah satu daerah penyokong proyek reklamasi pulau Jakarta. Bayangkan, karena permintaan bahan untuk proyek reklamasi membuat pertambangan ilegal semakin massif dan tidak terkontrol.“Ini menjadi tugas kita semua untuk mencegah terjadinya bencana itu. Jika ada usaha galian ilegal laporkan dan cari langkah hukumnya. Reklamasi pulau Jakarta, adalah penyebab banyaknya galian ilegal di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Walhi menyarakan Pemkab Bogor harus mencari formula usaha khusus untuk di Kabupaten Bogor, dan bidang pertanian merupakan usaha yang paling cocok. “Kabupaten Bogor tanahnya subur, sudah saatnya, para pengambil kebijakan disana merubah model usahanya seperti pertanian, jangan tambang melulu,” tandasnya.
Keprihatinan terhadap perusakan alam di utara Kabupaten Bogor menyita perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar pernah melakukan sidak ke beberapa titik usaha galian di wilayah utara Kabupaten Bogor.
Bahkan sang orang nomor dua di Bumi Tatar Pasundan itu, memimpin langsung pemasangan portal disalah satu ruas jalan yang ada di Kecamatan Parung Panjang, yang kerap dilintasi truk-truk pengangkut galian C. (Zahra)





