CIBINONG- Lagi, Bupati Bogor Nurhayanti dan Ketua DPRD Ade Ruhandi di demo puluhan mahasiswa, yang mempertanyakan masih kosongnya jabatan wakil bupati.
Tak bisa masuk ke dalam komplek Pemkab Bogor, mahasiswa itu hanya sampai di depan pagar Lapangan Tegar Beriman, Kamis (1/9) dan berorasi sembari membentangkan karton bertuliskan ‘Segera Isi Kekosongan Wakil Bupati Demi Kesejahteraan Rakyat’.
Sebelum aksi digelar, Nurhayanti telah mengetahuinya. Saat ditanyakan sejumlah pewarta, ia mengaku tak bisa berbuat banyak, karena Koalisi Kerahmatan tak kunjung menyodorkan nama calon F2 kepadanya.
“Saya tetap pada UU Nomor 8 Tahun 2015. Koalisi mengajukan dua nama ke saya dan saya verifikasi san dikembalikan ke DPRD untuk dipilih,” katanya usai menghadiri Hari Anak Nasional di Gedung Tegar Beriman, Kamis (1/9) pagi.
“Kalau calonnya saja belum ada, bagaimana? Kan undang-undang DPRD yang memilihkan untuk saya. Lebih cepat lebih bagus lah,” tambahnya.
Tak cuma soal wabup. Mahasiswa juga mempertanyakan Dana Alokasi Umum (DAU) Rp 1,97 triliun. Mereka mengklaim Pemkab Bogor tak bisa menggunakan uang itu dengan baik untuk pembangunan, hingga berujung di stopnya DAU untuk September-Desember 2016 sebesar Rp 347 miliar.
Padahal, uang itu, kata Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah (DPKBD) Rustandi menjelaskan, 60 persen dari uang itu dialokasikan untuk gaji dan tunjangan PNS.
“Mereka (mahasiswa) tidak memahami jika DAU itu terus terserap. Ditunda sementara karena keuangan negara juga sedang limbung. Dan Menkeu Sri Mulyani pun telah memperhitungkan kemampuan keuangan daerah,” katanya di lokasi aksi.
Data hingga awal Agustus, DAU untuk Kabupaten Bogor menyisakan Rp 1,7 triliun. “Ini akan terus berkurang. Toh dihentikan sementar dan jatuhnya pemerintah pusat kurang bayar ke daerah,” pungkasnya. (cex)





