Megamendung -bogorOnline.com – Penobatan Pasanggiri Mojang Jajaka (Moka) 2016 digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bogor, di hotel Puri Avia Megamendung, kemarin. Pasangan Moka menjadi ujung tombak dalam mempromosikan dunia pariwisata dan pelestarian seni budaya lokal Bogor.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisudpar) Kabupaten Bogor, Rahmat Surjana mengatakan, Mojang Jejaka ini bagian dari upaya pemerintah daerah dalam melestarikan seni budaya lokal yang ada, khususnya untuk para kawula muda.
“Mojang Jejaka yang terpilih memiliki peran sebagai agen pelestarian seni budaya di Kabupaten Bogor. Makanya, selain memiliki kepribadian yang smart dan penampilan menarik, penampilan unjuk kebolehan seni budaya oleh para finalis Mojang Jejaka 2016 ini menjadi salah satu penilaian yang cukup penting,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, Mojang Jejaka ini juga menjadi agen pengenalan dunia pariwisata yang ada di Kabupaten Bogor, baik untuk di masyarakat lokal maupun domestik. “Mojang Jejaka ini ujung tombak dalam melakukan pemasaran potensi objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Bogor. Makanya, setiap kegiatan pemerintah daerah baik di Kabupaten Bogor maupun luar Kabupaten Bogor, Mojang Jejaka ini tak jarang untuk dilibatkan,” tambahnya.
Bukan hanya untuk dunia seni budaya dan pariwisata saja, pemilihan Mojang Jejaka ini juga menjadi kegiatan rutin tahunan di Kabupaten Bogor yang mengacu pada Provinsi Jawa Barat. “Mojang Jejaka terpilih ini nantinya akan mengikuti kegiatan Mojang Jejaka di tingkat provinsi. Tahun lalu, Jejaka kita menjadi peringkat ketiga, tahun ini saya berharap bisa jadi tingkat pertama begitu juga dengan Mojangnya,” harapnya.
Tak hanya pemerintah daerah, pelaku usaha industri pariwisata maupun diluar dunia pariwisata juga terlibat dalam kagiatan tahunan ini. Hotel Sentul 8 dan Prihatin Motor memberikan hadiah masing-masing satu unit sepeda motor roda dua untuk juara pertama Mojang Jejaka Kabupaten Bogor 2016.
General Manager (GM) Sentu 8 Hotel, Aan Rohana mengatakan, kegiatan dalam pencarian bakat kaum muda-mudi yang nantinya juga memiliki peran untuk menyuarakan dunia pariwisata Kabupaten Bogor, makanya Sentul 8 Hotel cukup apresiatif.
“Kami salah satu bagian dari pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Bogor. Maka dari itu, kegiatan yang juga bersentuhan langsung dengan dunia pariwisata seperti ini, kami apresiasi baik dalam dukungan moril maupun sedikit materil dalam memeriahkan acara ini,” kata Aan.
Ini bukan kali pertama pihaknya turut berkontribusi dalam kegiatan pemerintah daerah untuk dunia pariwisata. “Dukungan maupun kegiatan-kegiatan yang kami lakukan untuk terus memajukan dunia pariwisata sudah cukup banyak, dan itu memang bagian dari salah satu kewajiban kami sebagai salah satu pelaku industri pariwisata di Kabupaten Bogor,” paparnya.
Sementara itu, Komisaris Prihatin Motor, Hengki Susanto juga mengatakan, pihaknya juga turut berkontribusi dalam kegiatan Mojang Jejaka ini, karena memang menjadi panggilan hati dirinya sebagai putra daerah. “Kami adalah satu-satunya dealer motor yang lahir di Kabupaten Bogor dan memang saya juga senang dengan kebudayaan dan pariwisata. Makanya, kami juga mensuport kegiatan Mojang Jejaka ini,” kata Hengki.
Hengki memaparkan, dirinya ingin juga terlibat dalam memajukan dunia pariwisata Kabupaten Bogor, yang memang memiliki potensi alam yang luar biasa untuk menarik perhatian wisatawan. “Dunia pariwisata di Kabupaten Bogor menjadi bagian yang cukup penting untuk kemajuan wilayah khususnya perekonomian. Kita lihat saja, wilayah Puncak yang banjir pelancong terutama di akhir pekan,” paparnya.
Jejaka Panilih Kabupaten Bogor 2016 yakni Rifqi Apriansyah B dan Mojang Panilih Kabupaten Bogor 2016 yakni Dewi Kumala Putri. Pasanggiri Mojang Jejaka 2016 tersebut dinobatkan setelah sebelumnya menjalankan beberapa tahapan penilaian dan juga karantina selama tiga hari.
Para peserta diaudisi langsung oleh 5 juri utama, yakni Dini Valdiani, Dosen Universitas Pakuan, Bernika Ifada, Puteri Indonesia 2000, Ivan Fadila, public figur, Jajang dosen Universitas Indonesia, dan Hilman perwakilan Disbudpar kabupaten Bogor.
Setiap juri menilai sesuai bidangnya masing-masing yang terdiri dari pengetahuan umum, pariwisata, seni dan budaya, public speaking, serta etika dan kepribadian. (di)





