Kilas

Pemkab Kerjasama Buah Manggis dengan Prancis

BogorOnline.com, CIBINONG- Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menjalin kerjasama dengan Tim Agro Ecology Prancis di Pendopo Bupati, Cibinong, Selasa (25/10). Kerjasama ini dalam bidang pertanian plus transfer ilmu teknologinya.

Bupati Nurhayanti menjelaskan, kerjasama ini diharapkan mampu meningkatan produktivitas kualitas produk pertanian dan pendapatan para petani.

“Tim Agro Ecology Prancis berencana ‘mentransfer’ ilmu teknologi pertanian agar produktivitas dan kualitas produk pertanian meningkat. Sementara kita akan memgekspor buah unggulan yaitu manggis,” ujar Nurhayanti.

Kenapa buah manggis? Menurutnya, manggis merupakan komoditi unggulan Kecamatan Leuwiliang yang memiliki masa depah cerah di negeri Napoleon Bonaparte itu.

“Manggis grade terbaik yang kita jual Rp 20.000 per kilogram ternyata kalau dijual di Prancis harganya menjadi 25 euro (kurs 1 euro = Rp 14 ribu) per tiga buahnya. Jadi ini komoditi ekspor yang sangat menguntungkan,” kata Nurhayanti.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengatakan, Bumi Tegar Beriman setidaknya punya 100 hektare kebun manggis, baik untuk pasar lokal maupun ekspor.

“Kalau buah grade A kami jual ke China, Australia dan Venezuela. Dengan ekspor ratunya buah ini ke Prancis sekaligus membuka pasar ke negara Eropa lainnya,” jelasnya.

Sebastien Bouvatier, Konselor Kerjasama Pertanian ASEAN mengatakan, kegiatan pengembangan agriculture development merupakan program kerja jangka panjang yang terpadu.

“Kami datang ke Bogor untuk meningkatkan dan mengembangkan pendidikan Agro Ecology di STTP Bogor dan menerapkan pembangunan pertanian berkelanjutan,” kata Sebastien.

“Workshop yang kami lakukan tidak hanya di Kabupaten Bogor, tetapi juga di Jakarta yang difasilitasi Kementerian Pertanian dan Pendidikan. Kami ingin, pertanian di Indonesia maju seperti di Prancis. Prancis sendiri menduduki peringkat pertama di antara negara-negara Eropa dalam hal industri bisnis pertanian,” tutupnya. (Cex)