Perumahan Green Citayam City Terancam Dibongkar

Cibinong-bogorOnline.com- Pembangunan Perumahan Green Citayam City yang terletak di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, telah tiga kali dihentikan paksa oleh Satpol PP Kabupaten Bogor lantaran belum mengantongi izin. Perumahan yang mencapai 1.900 unit ini pun terancam dibongkar oleh penegak Perda.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Riksa Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho mengatakan, penghentian pengerjaan pembangunan yang dilakukan beberapa waktu lalu, sesuai Perda Nomor 12 Tahun 2009 tentang Bangunan Gedung dan Perda Nomor 4 Tahun 2015 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tibum).

“Dihentikan karena belum memiliki izin, tapi berani melakukan pembangunan. Kami hentikan dengan cara disegel berbentuk pemasangan plang di depan pintu masuk perumahan. Tapi sekarang oleh mereka ditutup. Sebagai tindak lanjut dari penyegelan tersebut, apakah ada arah ke pembongkaran atau tidak itu tergantung dari Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman,” kata Agus Ridho, Selasa (25/10).

Ia menambahkan, pihaknya melakukan penyegelan tersebut agar masyarakat terutama konsumen menjadi tahu bahwa di Perumahan tersebut telah terjadi persoalan. “Silahkan saja ditutupi, yang pasti masyarakat harus tahu kalau di perumahan itu ada persoalan yang belum diselesaikan oleh pengembang,” imbuhnya.

Menurutnya, jika DTBP Kabupaten Bogor telah melayangkan teguran ke 1,2 dan 3 kemudian dilimpahkan ke Satpol PP, maka pihaknya akan melakukan pembongkaran. “Tentunya sesuai dengan prosedur dan aturan perundangan undangan,” jelasnya.

Menurut mantan ketua KNPI Kabupaten Bogor ini, pengembang perumahan jelas telah melanggar aturan dan tak boleh dibiarkan begitu saja. Sebab, ada hak konsumen yang harus dilindungi oleh pemerintah.

“Kalau sudah memproses atau dilengkapi mereka bisa membangun lagi. Itu juga kalau peruntukannya sesuai rekomendasi pemerintah. Makanya kita lihat dulu apakah bisa dilanjutkan atau dihentikan selamanya. Kasian kan sebagian besar TNI sudah ada yang menjadi konsumen mereka,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pembangunan Perumahan pada Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) Kabupaten Bogor Baihaqi mengakui, jika pihaknya belum pernah menerima berkas permohonan dari pengembang perumahan Green Citayam City.

“Sejauh ini belum ada permohonan dari pengembang, jadi ijin perumahan belum ada. Permasalahan ini juga sudah dibahas dengan Sekda, cuma hasilnya seperti apa saya tidak tahu,” ungkapnya.

Ketika ditanya terkait dengan surat peringatan, dirinya juga belum mengetahui. Karena menurutnya, surat peringatan I dan II yang melakukan adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT). “Kami belum melayangkan surat teguran, karena kalau di Dinas itu hanya surat teguran ke III, setelah surat teguran I dan II oleh UPT, silahkan saja tanya ke UPT,” tukasnya. (di)




6 thoughts on “Perumahan Green Citayam City Terancam Dibongkar

  1. Fia

    Saya sudah membayar DP rumah di GCC tahun 2016, tapi sampai saat ini rumah belum juga dibangun dan malah belum lama ini blok saya dipindahkan.. dan akhirnya saya mengajukan pengembalian DP dari bulan Februari 2018, tetapi sampai saat ini uang saya blm dikembalikan.. Mereka hanya janji terus.. Malah mereka sampai buat surat pernyataan tandatangan diatas materai yang menyatakan sanggup mengembalikan uang DP saya paling lambat tanggal 30 Juli 2018, tapi sampai saat ini uang juga belum di kembalikan..

  2. Dewi

    Sy jg korban GCC,uang sdh transfer 20 jt.fee booking+DP rmh.perjnjian 18 bln siap huni.smpe detik ini panggilan intervw akad aja gk ada sdh 2 thn dr 2016 smpe skrg.sptinya pihak mngmnt GCM tidak beritikad baik konsumen di rugikan dan di tipu.sy mau ngajuin pembatalan,gmn cr nya.mohon perunjuk dr sdr2 yg bernasib sm.trimakasih.

  3. Anonymous

    awalnya 2016 dibilang perumahan subsidi dengan cicilan Flat.
    ternyata ujung”nya komersil juga… gak jelas nih perumahan

  4. Anonymous

    developer ini mempermainkan konsumen, saya sudah hampir setahun dengan DP dan kelebihan tanah yg sudah saya bayarkan, tetapi unitnya sama sekali belum jadi…

  5. Anonymous

    jangan gan kalau bisa cari developer yang lain, ini pengembang dan marketingnya gak jelas, saya sudah 2 thn ambil rumah disisni.

  6. Anonymous

    Maaf untuk sekarang kelanjutan kasusnya bagaimana ya Pak..soalnya kemarin pas saya survey kesana pas lagi di resmikan sama Sekjen Kemhan. Mohon petunjuknya Pak?
    Soalnya saya juga ada minat ambil rumah itu.
    Terima kasih

Comments are closed.