Cara Unhan Hadapi ‘Musuh Tanpa Senjata’

BogorOnline.com, CITEUREUP- Mahasiswa Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan), berbondong-bondong menhikuti seminar tentang dampak bencana bertajuk ‘The Impact of Disaster, Climate Change and Bioterrorism on National Defense and Security’ di Auditorium Unhan, IPSC Sentul, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/11).

Wakil Rektor I Unhan, Prof Dr Ir Dadang Gunawan mengungkapkan, Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi. Baik itu bencana alam, maupun bencana yang ditimbulkan oleh manusia.

Menurutnya, faktor penyebab terjadinya bencana, karena adanya bahaya seperti geologi, hidrometeorologi, biologi, teknologi, penurunan kualitas lingkungan, kerentanan tinggi dari masyarakat, infrastruktur, hingga kapasitas yang rendah tentang pengetahuan bencana dalam komponen masyarakat.

“Saya berharap, dengan diselenggarakannya seminar ini, bisa memberi wawasan, pemahaman dan pengalaman bagi mahasiswa Unhan dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari nantinya,” kata Prof Dadang.

Ia juga menyampaikan, salah satu penyebab bencana alam ialah fenomena perubahan iklim yang menimbulkan efek rumah kaca, termasuk meningkatnya emisi gas. “Imbasnya, mengancam kekurangan pangan dan sumber air, naiknya permukaan laut dan meningkatnya wabah penyakit mematikan,” tukasnya.

Salah satu pembicara dalam seminar ini, Prof Dr Syamsul Maarif menjelaskan, tujuan dari seminar ini lebih kepada melihat bencana dari konteks pertahanan. Karena, kata, dalama UU 23 disebutkan dua konsep pertahanan. Yakni, menghadapi musuh bersenjata dan musuh tanpa senjata, salah satunya bencana alam.

“Bayangkan saja, bencana dalam waktu delapan menit bisa merenggut ribuan nyawa di Aceh. Mana ada perang yang bisa menghabiskan segitu banyak nyawa kecuali perang dunia I dan II,”

Mahasiswa Unhan, lanjutnya, dibelaki bagaimana cara untuk mengajak masyarakat menghadapi bencana. “Karena bencana naiknya air laut itu pelan-pelan. Tapi itu pasti akan terjadi. Kalau kita tidak siap-siap dari sekarang bagaimana. Caranya, dengan mengembalikan fungsi hutan yang gundul. Intinya lebih mencintai. Itu kunci menghadapi musuh tanpa senjata, yaitu bencana alam,” pungkas mantan Kepala BNPB itu. (Cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.


Fatal error: Exception thrown without a stack frame in Unknown on line 0