Cuma Karena Rp 700 Ribu, Nyawa Kawan Harus Melayang

CIBINONG- Tersinggung ditagih hutang Rp 700 ribu, M Rizky Alfarizi (37) tega membunuh kawannya sendiri, Timbul Parulian Sianturi (50), dengan memukul kepala korban dengan tabung elpiji 3 kilogram dan menggorok leher korban hingga tak bernyawa di kediaman pelaku, Kampung Bedahan RT08/02 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Rabu (18/1) dinihari sekitar pukul 04.30 WIB.

Kapolsek Cibinong, Kompol Hida Tjanjono menjelaskan, usai mendapat laporan dari saudara tiri pelaku, Muhammad Reza Malik (37), anggotanya langsung meluncur ke TKP untuk menangkap pelaku. Hasil pemeriksaan sementara, perbuatan keji pelaku atas motif sakit hati dengan cara korban menagih hutang pada pelaku.

“Pelaku berhasil ditangkap di TKP tanpa perlawanan di rumah kontrakannya. Motif sementara karena sakit hati sekaligus ada niat mengambil uang tunai sebesar Rp 3,27 juta milik korban yang kami jadikan barang bukti,” kata Hida, Kamis (19/1).

Kejadian berawal saat korban datang ke rumah kontrakan pelaku, usai sebelumnya bertemu di sebuah rumah makan cepat saji di bilangan Jalan Tegar Beriman, Rabu (18/1) pukul 01.00 WIB. Keduanya berboncengan motor Honda Blade bernopol F 6196 BL dengan maksud bersilaturahmi sekaligus menagih hutang Rp 700 ribu pada pelaku.

“Pada saat itu, ada perkataan korban yang menyinggung pelaku. Saat korban tertidur dalam posisi telungkup di ruang tamu, sekitat pukul 04.30 WIB, pelaku mengambil tabung gas elpiji dan memukul kepala korbam dengan tabung itu sebanyak lima kali hingga tewas,” tukas Hida.

Perbuatan keji pelaku tak hanya sampai disitu. Setelah memukul kepala korban dengan tabung elpiji, jenazah korban diseretnya ke kamat mandi dan leher korban digorok menggunakan pisau dapur.

Sekitar pukul 05.30 WIB, adik kandung pelaku, Rita Shinta Surita (16) bangun dan hendak ke kamar mandi. Rita terkejut dan menanyakan ke pelaku kenapa melakukan hal tersebut.

“Namun, pelaku mengancam Rita dan adiknya, Rendi Adiputra (13) untuk tidak melapor pada siapapun apalagi berteriak,” timpal Hida.

Pukul 16.00 WIB, lanjut Hida, pelaku keluar rumah untuk membeli karung goni dan tali plastik untuk membuang jasad korban. Melihat ada peluang, Rita dan Rendi melarikan diri kerumah kakak tiri mereka, yakni pelapor Muhammad Reza Malik di Pancoran Mas, Kota Depok.

Kepolisian pun menyita sejumlah barang bukti. Yakni sebuah kasur milik pelaku yang bersimbah darah korban, sebuah tabung elpiji 3 kilogram, sebilah pisau dapur, sebuah celana dan baju yang terdapat bercak darah korban.

“Motor milik korban juga kita amankan, KTP milik korban, satu dompet kulit warna hitam milik korban, satu karung goni, empat gulung kecil tali plastik, uang tunai Rp 3,27 juta milik korban dan sebuah telepon genggam milik pelaku. Korban sendiri dibawa ke RSUD Ciawi untuk keperluan otopsi,” jelas Kanit Reskrim Polsek Cibinong, AKP Sarjiman. (cex)

Comments