Dewan Beda Suara Soal Penyertaan Modal PT LKM

CIBINONG- Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bogor berbeda pendapat soal penyertaan modal kepada PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM), yang diajukan eksekutif sebesar Rp 15,7 miliar.

Ketua Pansus, Yuyud Wahyudin masih ingin terus mendengarkan rencana pengelolaan PT LKM sebelum menyetujui penyertaan modal yang rencananya dimasukkan dalam APBD Perubahan 2017.

“Penyertaan modal ini kan untuk memenuhi Capital Adequacy Ratio (CAR). Tapi kita juga mau tahu rencana kerja mereka menangani persoalan masyarakat yang banyak terjerat rentenir. Lagipula, mereka baru punya cabang di 13 kecamatan,” kata Yuyud.

Berbeda dengan Yuyud, anggota pansus Hendrayana justru ingin menolak penyertaan modal kepada PT LKM. Pasalnya kredit macet di PT LKM cukup besar, yakni 44 persen.

“Mereka harua meyakinkan dalam program penyelesaian kredit macet ini dan sejauh mana mereka bisa menekan kredit macet itu,” kata politisi Hanura itu.

Menurutnya, lebih baik Pemkab Bogor kehilangan modal terdahulu, yakni Rp 4,3 miliar ketimbang harus kehilangan Rp 15,7 miliar.

“Itu kan risiko. Kalau tidak ditambah penyertaan modalnya untuk mengejar CAR, perlahan PT LKM akan hilang dari Kabupaten Bogor dan Rp 4,3 miliar otomatis hilang. Setidaknya lebih baik ketimbang hilang Rp 15,7 miliar karena programnya nanti mandek dan kredit macet kian tinggi,” tukasnya. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.