Diakhir Masa Jabatan, Kades Tamansari Fokus Tuntaskan Masalah Desa

Tamansari – bogorOnline.com

Terkait beredarnya berita yang kurang menyenangkan dimasyarakat Desa Tamansari terhadap Gumilar Sutedja Kepala Desa (Kades) yang diduga lambat dan tidak transparan mengenai Dana Desa serta dana bantuan lain nya, bahkan khabarnya telah ada sekelompok orang yang tak senang dengan gaya kepemimpinan nya dan mengatasnamakan warga Desa Tamansari telah datang ke Kantor Desa untuk menyampaikan aspirasinya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Desa Tamansari Gumilar Sutedja mengatakan, saat ini, dirinya sedang fokus pada penyelesaian program kerja di wilayahnya, memang benar, beberapa waktu lalu ada sekelompok warga yang datang ke Kantor Desa, tujuan mereka kemari karena meragukan kinerja saya sebagai Kades, akan tetapi semua yang mereka tuduhkan kepada saya itu tidak benar. Ini semua hanya karna komunikasi yang belum tersampaikan dengan sepenuhnya.

“Sebagai seorang pemimpin saya memiliki tanggung jawab moral kepada warga, ketika mereka datang kemaripun saya ada, bahkan saya berani me-nandatangani surat tuntutan dari mereka, karna saya merasa bahwa diri saya tidak berbuat macam-macam, dan saya sudah bekerja sesuai Tupoksi saya,” Ungkap Gumilar Sutedja saat di temui usai mengikuti perigatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di mesjid Daruul jamaal Kp Sukamanah Gg Dukuh, Rt01/02 Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor.

Mengenai perbaikan Jalan Desa, lanjut Tedja, hal tersebut sudah di laksanakan, tentu saja tidak bisa serentak semua dikerjakan, secara bertahap kita akan perbaiki, sedangkan untuk pengadaan mobil Siaga, sebetulnya sudah ada unit nya Grand Max, akan tetapi agar tidak ada kelebihan anggaran kita rubah unitnya menjadi Luxio, dan itu masih indent.

“Secara bertahap, perbaikan jalan desa akan dikerjakan, untuk mobil Siaga, kabarnya paling cepat tanggal 15 januari nanti mobilnya sudah tersedia, namun itupun tergantung proses administrasi STNK maupun BPKB dari Dealer Mobil Yang bersangkutan, yang jelas tidak akan lewat di bulan januari ini,” jelasnya.

Sedangkan untuk bantuan beras bersubsidi dari pemerintah untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah, serta bantuan Rutilahu, Tedja menegaskan, bahwa untuk Beras bersubsidi, disini memang ada kesalahpahaman, dan untuk Rutilahu, saya rasa tidak ada masalah, hanya saja pihaknya sangat menyayangkan kepada para pemilik rumah yang sudah diundang, tapi tidak hadir dalam proses mediasi.

“Jadi untuk Beras bersubsidi, jika kita ambil satu bulan itu tidak cukup untuk 37 Rt, karena jatah kita hanya tiga Ton, beda dengan Desa Sukaresmi dan Desa Sukajadi yang kuotanya 7 Ton. Dan untuk memenuhi permintaan kita ambil per – tiga bulan sekali, akan tetapi masalahnya, pada saat kita pengajuan Desember kemarin, Bulognya sudah tutup buku, maka dari itu diawal tahun januari ini kita kejar kembali, saya himbau kepada warga masyarakat agar tidak mudah terhasut, karna disini kami sedang berusaha semaksimal mungkin dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.(bunai)

Comments