Obama Banjir Tawaran Kerja, Ini Diantaranya

Bogor – Barangkali sebagian dari kita ada yang bertanya, apa yang akan dikerjakan Barack Obama, setelah tak lagi menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Presiden negara adi daya tersebut, akan mengakhiri masa jabatannya pada 20 Januari mendatang. Sejumlah tawaran pekerjaan menggoda suami dari Michelle Obama itu.
Obama mendapat tawaran pekerjaan dari salah satu perusahaan teknologi asal Swedia, Spotify. Seperti dilaporkan CNBC Rabu (11/01/2017), Tawaran dari perusahaan layanan musik streaming, podcast dan video komersial untuk Obama tersebut diunggah melalui akun twitter oleh CEO Spotify Daniel Ek.
Dalam cuitannya Daniel mengunggah lowongan pekerjaan bernama ‘President of Playlist’. Daniel Ek mengatakan, posisi pekerjaan tersebut akan cocok dengan pengalaman dan latar belakang yang dimiliki oleh Obama.
Ia menawarkan Obama untuk mengecek lowongan pekerjaan tersebut. Posisi ‘President of Playlist’ tersebut mencari kandidat yang memiliki koneksi yang luas dengan para orang penting dan selebritas dunia. Selain itu posisi ini juga mengharuska kandidat pernah memenangkan penghargaan nobel.
Selain itu, lowongan pekerjaan juga mengharuskan kandidat untuk bisa berpidato dan memiliki kemampuan public speaking yang baik.
“Satu hal yang jelas, Anda harus dikenal sebagai salah satu pembicara terbaik sepanjang masa,” tulis lowongan pekerjaan tersebut.
Lowongan pekerjaan ini dibuat setelah ucapan spontan Obama yang menunggu lowongan pekerjaan di Spotify. Pernyataan tersebut ia sampaikan di Swedia saat berbicara dengan CEO Simposium Teknologi, Musik dan Fashion, Natalia Brzezinsk.
“Saya sedang menunggu tawaran kerja di Spotify, karena kalian tahu saya sangat suka mendengarkan playlist lagu saya,” ungkap Obama yang kemudian ditulis Brezinsk di akun instagramnya.
Selain tawaran dari Spotify, Obama juga mendapat tawaran dari Pengacara Emirat. Pengacara bernama Elsa Bin Haidar ini menuliskan niatannya di akun Twitter pribadinya pada Mei 2016 lalu.
Haidar juga sanggup menggaji Presiden Obama, bila bersedia bekerja di kantor hukumnya dan tinggal di Dubai usai masa jabatannya
“Presiden Obama saya tawarkan sebuah pekerjaan di kantor saya, gaji, tempat tinggal, tiket perjalanan pesawat,” lanjut cuitan Haidar, seperti dikutip laman Al Arabiya English, Selasa (17/5).
Berbicara kepada Gulf, langkah Haidar ini didasari pandangan media barat dan Amerika yang menilai Islam sebagai sebuah agama teror dan mengkategorikan Muslim adalah teroris. “Tentu saja hal itu adalah tidak benar,” paparnya.(ful/LI/mer)

Comments