Pernyataan Sikap GP Ansor Kota Bogor, Terkait Isu Sara

Kota Bogor – bogorOnline.com

Terkait fenomena kekerasan yang mengatasnamakan SARA belakangan ini semakin marak di Indonesia, padahal bangsa ini dikenal bangsa yang penuh santun, toleran, damai dan beradab. Ini disebabkan arus demokrasi yang kebablasan sehingga semua warga negara bebas berpendapat.

Ketua GP Ansor Kota Bogor Racmat Imron Hidayat atau Rommy (sapaan akrab) mengatakan, kebebasan berpendapat memang dilindungi konstitusi akan tetapi ada koridor yang harus dijalankan oleh semua warga negara. Kekerasan yang dilakukan oleh kelompok atas nama apapun tidak dibenarkan dalam konstitusi atau dalam agama mana pun.

“Karena ini adalah bukan dari ciri khas bangsa Indonesia, peristiwa yang terjadi pada malam sampai subuh tadi di beberapa daerah yang mengakibatkan pengrusakan dan pembakaran adalah sebuah tindakan yang tidak boleh ditolerir,” kata Rommy melalui siaran Persnya.

Rommy menambahkan, peristiwa tersebut dipicu karena ada kabar bahwa salah satu anggotanya teraniaya ketika sedang menjalankan aksi demonstrasi di Polda Jawa Barat.

“Oleh karenanya kami Gerakan Pemuda Ansor Kota Bogor memberikan himbauan kepada semua pihak agar dapat menahan diri dan tidak mudah terprofokasi,” tandasnya.

Berikut isi pernyataan sikap GP Ansor Kota Bogor :

1. Mari kita jaga persatuan ukhuwah wathoniyah antar komponen bangsa, karena ini modal kita sebagai bangsa yang beradab dan berprikemanusiaan.

2. Meminta kepada pihak kepolisian untuk memproses siapapun yang melakukan pelanggaran hukum tanpa pandang bulu.

3. Menghimbau kepada kedua belah pihak yang berselisih untuk meredam semua anggotanya dan kita serahkan kepada penegak hukum.

4. Mengecam segala bentuk kekerasan atas nama apapun, ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

5. Mari kita berdoa dan berikhtiar semoga bangsa ini menjadi bangsa yang baldatunthayibatun waarabbun ghafur.
Demikian siaran pers ini kami buat, semoga kedepan tidak adalagi kekerasan antar kelompok yang hanya merugikan bangsa dan negara ini.(bunai)

Comments