Komisi B DPRD Kota Bogor, Minta PD PPJ Mengekspose Hasil Konsultasi Beauty Contest Blok F Pasar Kebon Kembang

Bogor – bogorOnline.com

Komisi B DPRD Kota Bogor akan segera memanggil Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) untuk menggelar ekspose kaitan konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) mengenai rencana penunjukan langsung (PL) revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang.

“Kami meminta sebelum PL dilaksanakan hasil konsultasi diekspose dulu, apakah bisa di-PL-kan atau tidak. Nah, soal konsultasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor jangan dijadikan dasar hukum, tetapi harus tetap mengacu pada Permendagri 19 Nomor 2016,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin kepada wartawan Rabu (1/2/17).

Jenal juga meminta PD PPJ tidak memanggil perusahaan-perusahaan yang telah gagal dalam beauty contest sebelumnya.

“Jangan diundang lagi, kan kemarin saja mereka tidak memenuhi Kerangka Acuan Kerja (KAK). Lebih baik cari investor yang lebih baik secara finansial dan sebagainya,” tegasnya.

Mengenai profit sharing, Jenal juga menyarankan agar PD PPJ memasukannya dalam KAK.

“Berdasarkan pernyataan direksi saat kami (Komisi B) mendatangi PD PPJ, profit sharing akan ditentukan melalui mekanisme appraisal, setelah PKS ditandatangani investor. Saat beauty contest kemarin saja saat profit sharing ditentukan mereka (investor) tak sanggup. Apalagi kalau hal itu ditentukan setelah ada PKS. Nah, kalau nantinya mereka tak sanggup lagi bagaimana?, makanya mendingan dikasih tahu nominalnya sejak awal,” jelasnya.

Jenal juga meminta agar PD PPJ tidak mengotak-atik KAK, lantaran itu adalah acuan baku.

“Nggak perlu lagi diubah-ubah. Selain itu, walikota juga tak boleh tergesa-gesa memberikan rekomendasi soal PL Blok F sebelum mendapat dasar hukum. Jangan sampai ada kesan intervensi, semuanya harus berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Sementara itu, sebanyak tujuh calon investor yang sempat mengikuti beauty contest akan ditunjuk langsung pada pertengahan Februari mendatang.

“Tujuh perusahaan akan diprioritaskan untuk PL itu,” kata Direktur Utama PD PPJ Kota Bogor, Andri Latief Asyikin.

Meski telah dilakukan pengkajian yang mendalam oleh PD PPJ namun hingga kini belum bisa dipastikan rampung. Sebab, sambung Andri, pihaknya masih meraba-raba kemampuan dari para calon investor yang mengacu terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK).

“Apakah perusahaan betul-betul mampu mengikuti semua persyaratan yang tertuang dalam KAK. Itulah yang tengah kami kaji,” ujarnya.

Kata dia, pihaknya menargetkan dua pekan proses pengkajian untuk PL usai, meskipun hingga kini masih dilakukan pematangan.

“Sangat diharapkan tidak ada kendala apapun sehingga bisa segera selesai proses untuk PL itu. Kami harap 2 minggu selesai,” tuturnya.

Dengan demikian, PD PPJ tak lagi melakukan kontes terhadap para investor. Mereka berharap, pertengahan Februari nanti sudah dapat melakukan PL terhadap para investor yang sebelumnya gagal kontes.

“Mudah-mudahan pertengahan Februari sudah selesai PL,” pungkasnya. (RzB).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.