Sopir Truk ‘Dipalak’ Rp35 Ribu, Jalan Janala Rumpin Dibiarkan Rusak

RUMPIN – Adanya pungutan sebesaRp35 ribu kepada kendaraan tambang yang dialokasikan untuk perawatan Ruas Jalan Janala-Cicangkal mulai dipersoalkan warga. Pasalnya, pungutan yang dilakukan Tim Perawatan Jalan (TPJ) yang mengatasnamakan warga dan  dan Paguyuban Pemuda Desa Sukasari ini, dinilai hanya untuk kepentingan pribadi dan sama sekali tidak ada gunanya untuk perawatan ruas jalan yang kian hari kian hancur. Protes warga tersebut, terungkap dalam acara musyawarah warga dan perusahaan serta dimediasi pihak pemerintah yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Sukasari, Senin (20/03/17). “Buat apa ada pungutan persatu rit kendaraan, kalau tidak bermanfaat untuk perbaikan jalan.” Ujar seorang perwakilan warga Kecamatan Rumpin.

Dalam pelaksanaan musyawarah yang  juga dihadiri perwakilan Muspika Kecamatan Rumpin itu, terungkap pula bahwa keberadaan pungutan sebesar Rp 35 ribu tersebut, saat ini diambil dan dikelola langsung oleh pihak perusahan yang bernaung di wadah Asosiasi Beton Kontruksi Indonesia (ABKI). Pungutan itu gembar-gembornya digunakan untuk perawatan jalan sebagai kepentingan umum.

Menurut Mad Soleh, salah satu tokoh warga setempat, hampir 3 tahun terakhir, Tim Perawat Jalan (TPJ) memang menghilang karena ada Tim Sapu Bersih Pungli. “Tapi sekarang timbul lagi dengan bermacam modus dan rekayasa yang dibuat untuk keuntungan pribadi dan tentunya merugikan masyarakat,” tuturnya.

Mad Soleh menambahkan, selain merugikan para sopir tronton, pungutan tersebut juga sama saja telah memperalat masyarakat kecil. Karena hanya digunakan untuk kepentingan pribadi dan orang perorang atau kelompok tertentu saja. Masih kata Mad Soleh, dirinya sudah mengetahui pergerakan-pergerakan dalam bentuk apapun, yang ujungnya bekerja sama dengan Tim Perawat Jalan (TPJ). Ia juga meminta agar adanya tim perawatan jalan jangan menggunakam pihak ketiga. “Saya mohon jangan bermain dengan kepentingan-kepentingan pribadi. Bapak-bapak dan ibu-ibu kan punya gaji dari perusahaan. Tapi sekali lagi baik dan buruknya itu kembali ke pihak perusahan.” Ujarnya, (mul).

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.