Begini Siklus Penggantian V-Belt, Pada Motor Matik

bogorOnline.com

Berbeda dengan motor bertransmisi manual, pengguna motor matik tidak akan cepat pegal karena posisi berkendara yang santai dan tak perlu repot menaikkan atau menurunkan gigi untuk berakselerasi atau deselerasi.

Hal tersebut disebabkan oleh cara kerja mesin matik yang memiliki konfigurasi tata letak di bagian paling belakang dari motor atau berdiri sejajar dengan roda belakang. Sebagai media penerus putaran dari puli utama ke puli berikutnya –puli sekunder–dibutuhkan penggerak motor berupa V-Belt –Vertical Belt.

Secara umum, V-Belt atau sabuk penggerak memiliki bentuk menyerupai huruf V. Cara kerjanya, saat motor dinyalakan dan mesin berputar pada putaran rendah, tenaga daya putar dari poros engkol (piston) diteruskan ke pulley depan, dialirkan melalui V-belt menuju pulley belakang, dan kopling sentrifugal.

Bila gas belum dipuntir, maka tenaga putar belum mencukupi, dan kopling sentrifugal belum mengembang. Hal tersebut membuat rumah kopling dan roda belakang tidak berputar. Saat pengendara memuntir gas dan masuk pada rasio putaran 3.000 rpm, maka pulley depan akan berputar kuat dan menggerakkan V-belt yang langsung memindahkan tenaga ke pulley belakang.

Dalam kondisi ini, V-belt di bagian pulleydepan berada pada posisi diameter dalam (kecil), dan bagian pulley belakang pada posisi luar (besar). Hal tersebut memberikan perbandingan putaran yang menyebabkan roda belakang mudah berputar.

Semakin gas dipuntir atau tenaga mesin makin besar, maka pulley depan akan membuat V-belt semakin mengembang lebar, dan posisi V-belt pada pulleybelakang akan mengecil. V-belt juga bisa gagal jika pemakaian mencapai stadium lanjut dan kendaraan tidak akan dapat berjalan.

Bila Anda menggunakan motor matik sebagai operasional harian, jangan lupa untuk selalu memantau kondisi V-Belt. Usia V-Belt yang lama tak diperhatikan akan mengalami aus akibat gesekan yang akan membuat tenaga motor menurun drastis.

Situasi lain yang bisa terjadi adalah V-Belt menjadi cepat panas karena posisi CVT yang tertutup. Oleh karena itu, disisipkan puli katrol utama dengan kipas pendingin dan bersirkulasi udara segar di area V-Belt agar suhu di dalam tetap terjaga.

V-Belt yang dianjurkan penggunaannya adalah V-Belt dari pabrikan atau versi resmi milik Yamaha berupaCVTGreaseKit. V-Belt Yamaha dirancang untuk tahan terhadap suhu panas dan tahan lama sehingga memiliki kemampuan yang lebih kuat untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang.

Model V-belt disesuaikan dengan berat roller dan dibuat elastis, kuat, serta punya daya tahan yang baik untuk menahan suhu pada casing belt. Penggunaan V-Belt resmi Yamaha akan berpengaruh besar pada kinerja akselerasi dan kenyamanan pengendara selama di jalan.(rul)

Sumber: beritagar.id

Comments