Ternyata Puntung Rokok, Bisa Bermanfaat Bagi Lingkungan

bogorOnline.com-

Puntung rokok bukan benda tak berguna. Dengan teknik baru, limbah puntung rokok dapat diolah bersama aspal, menjadikannya aspal ramah lingkungan yang kuat dan mampu menyerap hawa panas perkotaan. Para peneliti lah akhirnya menemukan solusi yang tidak hanya dapat memecahkan masalah sampah dalam jumlah besar, tetapi juga berguna dalam mengurangi efek hawa panas yang umum terjadi di jalanan perkotaan. Seperti kita tahu, triliunan rokok diproduksi setiap tahun di seluruh dunia. Sebagian besar berakhir menjadi sampah yang mengotori lingkungan. Namun, tim ilmuwan di Australia telah menemukan cara untuk memanfaatkannya untuk kebaikan. Filter pada rokok adalah salah satu bentuk sampah yang paling umum. Sekitar enam triliun rokok diproduksi di seluruh dunia setiap tahun. Ini menghasilkan lebih dari s juta ton limbah puntung rokok. Ketika seorang perokok membuang saringan rokok yang mereka pakai, bahan kimia berbahaya tersebut masuk ke lingkungan, mengancam kualitas air dan kehidupan laut. Puntung rokok adalah bentuk sampah non-biodegradable dan bisa memakan waktu hingga 12 bulan untuk hancur di air tawar dan sampai lima tahun di air laut. Terlepas dari berbagai program antisipasi yang dilakukan, serasah rokok dunia diperkirakan meningkat dua kali lipat pada tahun 2025 seiring dengan meningkatnya populasi manusia.

Namun, tim peneliti RMIT University di Melbourne, Australia, membawa kabar baik. Tim yang dipimpin oleh Dr. Abbas Mohajerani, telah menunjukkan bahwa aspal yang dibuat dari puntung rokok terbukti tidak hanya menyegel bahan kimia berbahaya yang dikandungnya. Puntung rokok juga dapat digunakan sebagai campuran aspal yang menahan hawa panas dari matahari, mengurangi efek panas perkotaan yang dapat meningkatkan suhu di daerah-daerah di mana sedang dilakukan pembangunan. “Saya telah berusaha bertahun-tahun untuk menemukan metode yang berkelanjutan dan praktis untuk memecahkan masalah polusi rokok,” kata Mohajerani dalam pernyataan resmi.

Bahan kimia berbahaya termasuk arsenik, kromium, nikel, dan kadmium terjebak oleh filter di dalam puntung rokok dan tetap berada di sana saat dibuang. Tim peneliti membungkus puntung tersebut dalam aspal biasa yang digunakan untuk pembuatan jalan, dan lilin parafin yang umum digunakan untuk isolasi listrik, lilin, dan banyak pengaplikasian lainnya. Proses ini mengunci bahan kimia sisa dan mencegah kebocoran, kemudian ujung rokok yang dienkapsulasi dicampur dengan lebih banyak aspal panas untuk pengujian. Sementara menjaga agar bahan kimia beracun tersegel, aspal yang dihasilkan juga terbukti mampu menangani beban lalu lintas yang padat. Untuk mensimulasikan berbagai kondisi jalan, digunakan kepadatan dan puntung rokok yang berbeda untuk membuat sampel aspal, yang kemudian diuji dengan tekanan bervariasi. Bahan baru itu mampu menahan berbagai kondisi, dari lalu lintas yang ringan hingga berat.(rul)

Sumber: Beritagar

Comments