Bima dan ZM Masuk Bursa Capres Indo Barometer

Hal ini Dianggap Karena keduanya Dekat dengan Rakyat

Bogor – bogorOnline.com
Menjelang Pemilihan Presiden 2019 mendatang, lembaga survei Indo Barometer melakukan survei terhadap penantang potensial Jokowi di Pilpres 2019. Survei dilakukan pada tanggal 15 hingga 23 November 2017 kepada 1.200 responden di 34 Provinsi. Survei diambil menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error +- 2,83%.
Ada yang menarik dari survey yang dilakukan Indo Barometer tersebut, diantara sejumlah deretan nama tokoh-tokoh nasional yang muncul sebagai calon Presiden, ada dua tokoh Kota Bogor yang masuk nominasi survey.
Dua tokoh Kota Bogor itu adalah Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin.
Dari 23 orang tokoh yang di survey, Bima Arya yang juga politisi PAN tersebut menempati urutan ke-22 dengan perolehan hasil survey sebanyak 0,2 %, sedangkan Zaenul Mutaqin yang juga Anggota DPRD Kota Bogor selama dua periode ini meraih 0,1 persen dan berada di nomor 23 dari hasil survey tokoh-tokoh calon Presiden RI mendatang.
Berikut hasil survei Indo Barometer terhadap elektabilitas Capres 2019 berdasarkan pertanyaan terbuka adalah  Jokowi (34,9%), Prabowo Subianto (12,1%), Anies Baswedan (3,6%), Basuki Tjahaja Purnama/Ahok (3,3%), Gatot Nurmantyo (3,2%), Ridwan Kamil (2,8%), Agus Harimurti Yudhoyono/AHY (2,5%), Megawati Soekarnoputri (2,0%), Tito Karnavian (1,8%), M Sohibul Iman (1,5%), Jusuf Kalla (1,0%), Tri Rismaharini (0,9%), Moeldoko (0,8%), Uu Ruzhanul Ulum (0,6%), Deddy Mizwar (0,6%), Hary Tanoesoedibjo (0,5%), Ahmad Heryawan (0,5%), Sandiaga Uno (0,4%), Setya Novanto (0,3%), Ganjar Pranowo (0,3%), Ahmad Syaikhu (0,3%), Bima Arya Sugiarto (0,2%), Zainul Mutaqin (0,1%), Belum memutuskan 6,1%, Rahasia 4,6%, dan Tidak tahu atau tidak jawab 15,4%.
Menyikapi adanya hasil survey itu, menjadi perhatian berbagai kalangan. Perwakilan Tim Pemenangan Zaenul Mutaqin yang juga Ketua GP Ansor Kota Bogor, Rachmat Imron Hidayat (Rommy) mengatakan, dengan munculnya 2 tokoh Kota Bogor dalam survey Indo Barometer, telah membuktikan dan menunjukan 2 tokoh itu sangat merakyat dan dekat dengan masyarakat. Tidak mungkin survey menyebutkan nama tokoh apabila memang tidak dekat dengan rakyat.
“Sangat membanggakan sekali, berarti sosok Bima dan Zaenul berkelas dan sudah menasional,” ungkap Rommy kepada wartawan, Senin (4/12/17).

Ia menegaskan, kedua-duanya adalah kader terbaik Kota Bogor. Bima Arya (BA) sebagai tokoh yang memenangkan Pilkada Koa Bogor tahun 2013, dan Zaenul Mutaqin (ZM), peraih suara terbanyak pada Pileg 2014. Kalau kedua kader terbaik ini menyatu dalam Pilkada Kota Bogor 2018 mendatang, Insya Allah akan memenangkan pertarungan dan Kota Bogor semakin sejahtera.

“Kang Bima ini berasal dari PAN yang notabene lahir dari Muhammadiyah dan kang ZM berasal dari PPP yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan Nahdliyin (NU). Sudah selayaknya mereka berdua bersatu untuk pengabdian menjadi pemimpin di Kota Bogor. Keduanya juga sangat merakyat dan terbukti sukses, baik di Pilkada maupun di Pileg,” ujarnya.

Rommy melanjutkan, dengan adanya hasil survey oleh Indo Barometer itu, masyarakat bisa menilai, mana saja tokoh yang dekat dengan rakyat dan dicintai rakyatnya. Figur Zaenul juga sebagai peraih suara terbanyak pada Pileg 2014 lalu, telah membuktikan bahwa ketokohannya sangat merakyat.

“Sudah tidak diragukan lagi bahwa figur Zaenul ini sebagai sosok yang dicintai warga Kota Bogor,” pungkasnya. (Nai)

Comments