Gerakan Tanam Pohon, Kembalikan Bogor Ke Tempo Dulu Lewat Penghijauan

Bogor – bogorOnline.com

Festival Rakyat Hijau menjadi slogan pada HUT Ke-2 Gerakan Tanam Pohon (GTP) di Ballroom, Hotel Salak the Heritage, Jalan Ir. H.  Djuanda, Kota Bogor. Menurut Pembina GTP Heri Cahyono slogan tersebut sebagai pengingat bagi warga Kota Bogor kalau Kota Bogor itu identik dengan hijau dan untuk sama-sama menghijaukan Kota Bogor dengan pohon-pohon.

“Kalau banyak pohon kan banyak burung-burung juga. Banyak warga Kota Bogor yang sudah sepuh merindukan Kota Bogor di jaman dulu yang banyak embun, sejuk dan hijau,” ujar Heri dalam sambutannya, Ahad (3/12/17).

Ia mengatakan, pada HUT ini GTP mengundang seluruh komponen masyarakat untuk sama-sama mengajak pentingnya merawat lingkungan di sekitar. Pasalnya, kesibukan aktivitas warga saat ini membuat mereka lupa jika hidup itu saling simbiosis mutualisme dengan alam.

“GTP sudah menanam 5.000 pohon buah-buahan dengan melibatkan masyarakat, pemerintah dan pengusaha. Disini juga kami lebih menekankan kampanye kalau menanam pohon itu sesuatu yang penting,” terangnya.

Heri menambahkan, program GTP kedepan tetap menanam pohon disetiap lahan yang kosong,  di tanam di semua kantor pemerintah, kantor kelurahan, halaman rumah orang dan masih banyak lagi. Sehingga perawatan pohon akan lebih terjamin sebab ada yang menjaga dan merawat pohon yang diberikan GTP.

“Kalau tidak dirawat ya kebangetan aja. Kan nanti manfaatnya bisa dinikmati bersama-sama,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, Kota Bogor tidak bisa dibangun sendiri, Wali Kota tidak boleh merasa paling tahu atau pintar melainkan harus bekerja bersama-sama begitu juga dalam memperhatikan lingkungan. Ada lima elemen yang perlu terlibat yakni pemerintahan, kampus, pengusaha, media, dan komunitas. Kelima elemen tersebut ada semua di GTP sebagai gerakan yang konsisten dalam menjaga lingkungan.

“Kalau pemerintahan terbatas tetapi GTP tidak terbatas siapapun walikotanya GTP akan terus berjalan. Dan kita pun sudah sepakat tidak memaku pohon dengan poster serta sebaiknya ketika pilkada harus ada forum kandidat calon walikota terkait visi misi lingkungannya,” pungkasnya. (Nai/hms)

Comments