Kantor ULP Kabupaten Bogor Digeledah Tipikor Polda Jabar

Cibinong – Kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor digeledah Subdit Tipikor Polda Jawa Barat, Senin (7/5/2018).

Pemeriksaan berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga menjelang petang. Beberapa petugas berseragam polisi juga tampak mengamankan lokasi.

Informasi yang diperoleh,  penggeledahan tersebut terkait kasus suap. Namun, belum ada keterangan resmi dari Polda Jabar terkait penggeledahan yang dilakukannya itu.

“Kami belum ada laporan terkait penggeledahan yang dilakukan oleh Subdit Tipikor Polda Jawa di kantor ULP Kabupaten Bogor. Mungkin kalau baru dilaksanakan penggeledahan baru di proses, makanya kami belum menerima laporan,” kata Kadiv Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo melalui sambungan selulernya.

Kepala ULP Kabupaten Bogor Budi CW membenarkan perihal penggeledahan kantornya tersebut. “Kami bersama teman-teman di ULP sudah dan akan terus berusaha berbuat yang terbaik dalam penyelenggaraan pelelangan barang / jasa bagi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bogor,” kata Budi CW.

Dia menyebut penggeledahan oleh Subdit Tipikor Polda Jabar terkait adanya laporan dari peserta lelang yang tidak puas atas kekalahannya dalam mengikuti lelang proyek di Pemkab Bogor.

“Dalam dunia pelelangan akan selalu ada pihak yang menang dan kalah. Jadi rasa tidak puas akan selalu ada dari peserta lelang khususnya yang kalah dan mereka bisa mengutarakan melalui hak sanggah hingga pengaduan ke Aparat Penegak Hukum (APH),” terang Budi.

Dia menyatakan, pengaduan kepada aparat penegak hukum merupakan suatu hal yang biasa terjadi di setiap pengadaan barang dan jasa. “Ini hal yang biasa di dunia pengadaan barang/jasa,” kata dia.

Ia menambahkan, panitia maupun pegawai Kantor ULP akan terus berupaya berbuat yang terbaik dalam penyelenggaraan pelelangan barang/jasa bagi pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bogor.

“Ini akan menjadi pendorong kami untuk berbuat lebih baik, fair, efisien, transparan dan akuntabel lagi, yang hasilnya akan bisa lebih dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Bogor,” ujar Budi.

Ia berharap, semua perjalanan yang dilalui bersama jajaran nya ini akan menjadi semangat pendorong berbuat lebih baik lagi dalam menciptakan pelayanan pengadaan barang / jasa di Kabupaten Bogor yang lebih fair, efisien, transparan dan akuntabel lagi, yang hasilnya akan bisa lebih di nikmati oleh masyarakat Kabupaten Bogor.

“Merubah paradigma di dunia pengadaan barang / jasa memang sangat tidak mudah dan sangat membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Sistem dan aturan main pelelangan terus berubah seiring perkembangan dan kebutuhan zaman yang terus berubah,” tukasnya. (adi)