Bawaslu Pantau Pelanggaran Plt Walikota

Rahmat Bagja: Kalau Tidak Ada Surat Cuti, Masuk Pidana

bogorOnline.com

Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) membidik pelanggaran pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh Plt Walikota Bogor Usmar Hariman. Saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (19/6/18), Komisioner Bawaslu RI Divisi Penyelesaian Sengketa, Rahmat Bagja menegaskan, jika tidak ada pemberitahuan ke KPUD Kota Bogor terkait aktivitas Usmar Hariman di luar kedinasan, maka jabatannya tetap melekat sebagai Plt Walikota Bogor.

“Kalau cuti untuk kampanye harus ada pemberitahuan ke KPUD. (Cuti nasional) tidak bisa digunakan karena jabatannya tetap melekat,” ungkap Rahmat kepada wartawan.

Mantan Dosen Universitas Al Azhar Indonesia itu juga menekankan, Usmar berpotensi melanggar aturan Pilkada karena bersikap tidak netral.

“Sanksinya bisa administrasi dan pidana,” tegas alumni SMP dan SMA Negeri 2 Bogor itu.

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Ikatan Senat Mahasiswa Hukum seluruh Indonesia (ISMAHI) itu menambahkan, sanksi pidana pada UU Pilkada dan UU Pemilu bisa diberlakukan untuk Plt Walikota Bogor ketika memang terbukti melakukan keberpihakan kepada salah satu paslon dalam posisi Ismar masih duduk sebagai Pejabat Negara.

“Bisa (dipidana) jika terbukti,” imbuhnya

Sebelumnya, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Bogor angkat bicara soal pelaporan sejumlah pihak ke Panwaslu atas dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Plt Wali Kota Bogor Usmar Hariman. Partai Gerindra beranggapan bahwa pernyataan yang disampaikan Usmar kepada pengurus LPM beberapa hari lalu merupakan hal wajar dan biasa saja.

Sebab, acara yang dilakukan Usmar dengan para pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyrakat (LPM) dilaksanakan saat masa cuti nasional.

“Kami rasa Us¬mar sebagai kader Partai Gerindra berhak menyuarakan kepentingan partai,” ujar Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bogor Sopian Ali Agam.

Sopian yang juga Ketua Steering Committee (SC) Tim Paslon Nomor urut 1 Ruyat-Zaenul ini meyakini bahwa kemungkinan Usmar berkata demikian karena sebagai pribadi kader Gerindra.

“Kalau di luar dinas, sebagai kader partai, saya rasa punya hak untuk itu dan dikembalikan kepada LPM,” ucapnya seraya mengaku bang¬ga memiliki kader militan.

Kasus ini bermula saat Usmar Hariman yang sedang menggelar pertemuan dengan Lembaga Pemberdayaan Masyrakat (LPM) se-Kota Bogor di Hotel Savero Bogor pada Senin (11/6/18) lalu.

Acara yang bertajuk ‘Buka Puasa bersama Asosiasi LPM dengan Plt Walikota Bogor’ itu berbalut pembagian THR dan parsel lebaran. Acara juga dimanfaatkan Usmar untuk berkampanye. Bahkan, Usmar terdengar mengajak, mengarahkan dan memihak kepada salah satu paslon. Sesekali dirinya juga menjatuhkan pasangan lain.

Dalam rekaman berdurasi 14 menit yang beredar, Usmar mulai terdengar berpihak kepada salah satu paslon saat memasuki rekaman menit ketujuh.

“Dari empat pilihan pasangan (calon) yang ada, kita tidak mungkin memilih walikotanya dua. Pasti kita pilih satu. Walikota dimana-mana juga satu, wakil juga satu. Nggak ada walikota tiga,” ungkap Usmar.

Usmar kemudian melanjutkan dengan membahas hasil survei. Ia juga menyatakan telah melakukan survei terbaru.

“Dan per tanggal 1-5 Juni, kita melakukan survei lagi. Ingin tahu hasilnya? Kasih tahu nggak ya? Jadi, tanggal 1-5 Juni kita melakukan survey, Alhamdulillah… kita menang 3,08 persen. 1-5 Juni kita unggul 3,08 persen. Kalau teman-teman dengar dari kubu sebelah mereka yang menang biarin saja, itu shock terapi yang penting kita terus komunikasi,” tegas Usmar.

Tidak itu saja, dalam kesempatan tersebut juga Usmar mengaku membantu pasangan calon nomor urut 1 Ruyat-Zaenul dengan menyalahgunakan jabatannya sebagai Plt Walikota.

“Sungguh luar biasa teman-teman (paslon) nomor satu dengan keterbatasan yang ada, tergopoh-gopohlah. Saya juga nggak bisa bantu banyak, kecuali memberikan beberapa program yang bisa disahkan,” jelasnya.

“Jadi itu sebagai parameter untuk bapak-bapak sekalian. Poin utamanya, kita unggul. Kita itu maksudnya nomor satu unggul di 3,08 persen. Mungkin pembicaaraan kita stop disitu, sebentar lagi adzan dan berbuka puasa. Harus kita viralkan ke teman-teman di bawah,” pungkasnya. (Ist)

Comments