Terkait Kampanye Ilegal, Penyidik Gabungan Cecar Usmar Hariman

bogorOnline.com

Plt Walikota Bogor Usmar Hariman diperiksa penyidik Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Kantor Panwaslu Kota Bogor, Jalan Ismaya, Bantarjati, Bogor Utara, Selasa (19/6/18). Diperiksanya Usmar terkait dugaan pelanggaran Undang Undang Pilkada serta etika sebagai pejabat negara.

Dari pantauan, Usmar tiba di Kantor Panwaslu sekitar jam 10.00 WIB dengan mengenakan kemeja abu-abu. Ia datang mengendarai mobil pribadinya Hpnda CR-V seorang diri tanpa didampingi siapapun.

Kedatangannya ditemui langsung oleh Ketua Panwaslu Kota Bogor Yustinus Elias Mau. Usai berbincang singkat, ia lalu diarahkan menuju ruangan pemeriksaan yang terletak di lantai 2 kantor tersebut. Selain penyidik Panwaslu, terlihat juga dua orang penyidik lain dari unsir kepolisian dan kejaksaan.

Mantan politisi Partai Demokrat yang kini berlabuh di Partai Gerindra itu mengaku dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik dengan waktu pemeriksaan sekitar 2 jam.

“Tadi saya klarifikasi di dalam 25 pertanyaan yang diajukan penyidik. Saya disini ngobrol. Lebih banyak ngobrolnya tadi. Substantifnya tanya ke penyidik ya. Saya coba jawab sesuai dengan sumpah janji,” ungkap Usmar di lokasi.

Ditanya soal rekaman yang beredar yang terdengar memihak kepada salah satu paslon, Usmar tidak membantahnya. Hanya saja dirinya menyampaikan bahan apa yang diberikan oleh seseorang yang ia tidak sebutkan.

“Nggak tahu saya juga ya. Kenapa ada (hasil survei) itu ya. Obrolanya kalau boleh saya sampaikan, kondisinya lesehan sangat informal. Sehingga bahasanya juga silaturahmi dan buka bersama, kan? Semua prosesnya berjalan dengan begitu saja. Tidak ada maksud lain. Ada penyampaian beberapa poin bahan bagi kawan-kawan yang hadir saat itu, iya. Jadi informasi yang saya dapatkan, saya sampaikan apa adanya. Nggak ditambah, nggak dikurang. Dan tidak ada maksud lain kaitan dengan tendesius ke satu, tidak ada,” jelasnya.

Lantas, apa yang dimaksud ‘Kita Menang’ dalam penyampaian materi oleh Usmar kepada LPM?.

“Ha ha ha. karena sifatnya menerima bahan itu ya bahan yang mereka berikan ke saya. Saya rasa seperti yang sudah di rilis sebelumnya ya,” tambahnya.

Sayangnya, Usmar tidak secara gamblang menyebutkan dari mana bahan materi pertemuan dengan LPM itu ia terima.

“Banyak informasi dari berbagai sumber. Melalui WA tanpa identitas. Jadi itu sebagai bahan. Kebutulan itu ngalir saja. Ada juga informasi dari beberapa lembaga survei yang lembaganya juga tidak disampaikan ke saya. Ada informasi survei hasilnya begini-begini, ya sudah saya sampaikan. Toh itu untuk wacana saja. Tidak ada tendensi untuk pasangan lain. Bahwa ada dinamika di lapangan, dipersepsikan lain-lain itu sah-sah saja,” terang dia. (Ist)

Comments