Popularitas Uu Naik, Pasangan Rindu Bertengger di Puncak Survei

Bogor – Indikator Politik Indonesia telah merilis hasil survei pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, hasilnya pasangan nomor urut satu Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) bertengger di puncak survei.

Dalam survei tersebut, elektabilitas pasangan Rindu  unggul dengan angka 40,9% dibanding pasangan Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (2DM) yang meraih 35,6%. Pasangan nomor urut tiga Sudrajat-Akhmad Saikhu (Asyik) di tempat ketiga dengan 5,3% dan pasangan Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) di posisi juru kunci dengan capaian 2,7%.

Pengamat politik, sekaligus dosen di Departemen Ilmu Politik FISIP Universitas Padjadjaran Firman Manan menilai, hasil survei Indikator mengonfirmasi hasil-hasil survei sebelumnya yang juga digelar oleh lembaga-lembaga survey yang kredibel, bahwa pasangan Rindu unggul.

Meski demikian, menurut Firman, jika melihat angkanya memang masih belum cukup signifikan dalam artian karena masih dalam range margin of error dan undecided voter yang cukup tinggi, sekitar 15%.

“Segala kemungkinan masih mungkin terjadi, namun melihat kecenderungannya, Rindu unggul,” kata Firman melalui keterangan resmi, kemarin.

Firman juga mengingatkan waktu pencoblosan tidak lama lagi. Biasanya, menjelang hari-hari pencoblosan, menurut Firman, pemilih sudah semakin yakin akan pilihan mereka, sehingga kecenderungan berubahnya relatif kecil.

“Waktu kritis dalam 20 hari ke depan ini akan menentukan, karena hasil survei ini tipis perbedaannya,” ungkapnya.

Firman juga menemukan data menarik. Dalam simulasi calon gubernur, Kang Emil unggul di angka 39,5% dan Deddy Mizwar di angka 36,5%. Sementara ketika simulasinya adalah pasangan calon, pasangan Rindu naik menjadi 40,9% sementara pasangan 2DM turun jadi 35, 6%.

“Ini bisa berarti, faktor cawagub Rindu, Kang Uu mulai mendorong elektabilitas Rindu, sementara Kang Dedi Mulyadi menurunkan elektabilitas 2DM,” terangnya.

Menurut Firman, ini terjadi karena dua hal. Pertama, faktor popularitas. “Kang Uu yang menjadi lebih rajin turun ke daerah-daerah sehingga meningkatkan popularitas dia,” jelasnya.

Selain itu, faktor debat publik kedua, penampilan Kang Uu terlihat jauh lebih baik dibanding debat publik pertama.

“Karena debat ini dilihat pemilih potensial, ini bisa mendorong elektabilitas pasangan Rindu,” tuturnya.

Diakui Firman, selama ini ada semacam analisis, sebagai cawagub Kang Uu tidak menaikkan elektabilitas, sementara Dedi Mulyadi mendorong elektabilitas Demiz.

“Dengan adanya hasil survei ini, analisis tersebut terbantahkan dengan sendirinya, Uu mendongkrak Rindu, sementara Dedi Mulyadi membuat 2DM terpuruk,” jelas Firman.

Dijelaskan Firman, faktor-faktor tadi, jika dimanfaatkan dengan baik berpotensi untuk meningkatkan suara Rindu dan menjauhkan margin pasangan Rindu dari pasangan 2DM.

Oleh karena itu, Firman menyarankan, dalam 20 hari terakhir menjelang pencoblosan, ada dua event yang dapat dimanfaatkan pasangan Rindu untuk menjauhkan margin dari pasangan 4DM.

Pertama, debat publik ketiga pada tanggal 22 Juni, yang biasanya akan sangat menentukan.

“Karena ini debat publik terakhir, orang akan penasaran dan ini harus dimanfaatkan oleh pasangan Rindu dengan sebaik-baiknya,” tandasnya. (adi/**)

Comments