Egi GW Apresiasi Pembahasan RUU Permusikan

 

BOGOR – Anggota Komisi IV DPRD Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Bogor, Egi Gunadhi Wibhawa mengapresiasi DPR RI yang melibatkan sejumlah musisi dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Permusikan. Pertemuan Antara sejumlah seniman dengan Ketua DPRD Bambang Soesatyo, Anggota Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, dan anggota DPR lainnya sangat diperlukan agar RUU Permusikan yang sudah masuk dalam Prolegnas 2019 memenuhi aspirasi para seniman dan kepentingan Negara.
“RUU Permusikan ini kita harapkan bisa menjawab permasalahan yang dihadapi para seniman, dan menggairahkan industri kreatif di Indonesia,” ujarnnya
Egi berharap, penyusunan RUU Permusikan menjadi skala prioritas untuk selesai di bahas. Setelah itu, RUU disahkan menjadi Undang-Undang melalui rapat paripurna di DPR RI. “Dengan demikian ada kepastian hokum, terutama dalam melindungi karya para seniman dari aksi pembajakan dan juga menyebabkan negara dirugikan karena kehilangan potensi pendapatan,” kata Egi yang juga calon anggota DPR RI dari Dapil Kabupaten Bogor ini.
Awal pekan ini, sejumlah seniman datang ke DPR RI untuk memberi masukan kepada DPR yang akan merumuskan RUU Permusikan. Dari puluhan seniman yang hadir dalam.dialog antara lain, Ketua KAMI (KAmi Musik Indonesia) Glenn Fredly, penyenyi Grace Simon, Andien, Yunk Shara, Rian D’Masiv, Tompi dan lainnya.
Anggota Komisi XI Fraksi PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengapresiasi Ketua DPR Bamsoet yang dengan cepat merespon aspirasi publik dalam pembuatan UU.
Namun respon cepat pembuatan UU tidak hanya mengejar kuantitas tetapi harus dibarengi dengan kualitas.
Terkait dengan percepatan pembahasan RUU Permusikan, Ara menyarankan perlunya konsolidasi dan koordinasi diantara para seniman supaya bisa merumuskan apa yang mereka inginkan dimasukkan dalam RUU.

Dalam pertemuan berikutnya, Ara memberi solusi perlunya pembahasan RUU Permusikan ini dilakukan bersama lintas sektoral.
Dari pihak pemerintah harus dihadirkan pengambil kebijakan di Badan Ekonomi Kreatif, Kementerian Keuangan, Kepolisian, dan stageholder lainnya. Sementara dari legislatif harus melibatkan Komisi III, Komisi X, Komisi XI.
“Para stakeholder lintas sektoral baik eksekutif dan legislatif harus dihadirkan bersama-sama dengan seniman. Tentu saya harapkan para seniman konsolidasi dengan baik,” ujar Ara, seperti dilansir tribunjakarta.com.

“Pak Jokowi ingin sekali membangun industri kreatif, disinilah jawabannya. Bagaimana bisa kreatifitas anak bangsa diberikan tempat secara legal dan juga punya infact sebagai penerimaan negara,” ujar Ara yang juga caleg DPR RI 2019 dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur itu.
Ara mengaku bahagia bila di negara ini industri musiknya maju, seniman-seniman bisa memberikan kontribusi yang mencapai triliunan rupiah sebagai penerimaan negara.

Menurut Ara sapaan Maruarar, ada konsen kinerja dari pembuatan UU yang dikritisi oleh publik.
Percepatan pembahasnan RUU Permusikan ini juga sebagai salah satu jawabannya.
Bamsoet sebagai Ketua DPR diakui Ara merespon dengan cepat bukan hanya kualitatif tetapi juga berkualitas.
“Sebagaimana disampaikan pak Bambang, langkah-langkah berikutnya itu akan berjalan dengan sangat cepat, yang pertama adalah para seniman konsolidasi diantara pata seniman supaya bisa merumuskan apa yang mereka mau. Jadi baik dari berbagai macam komunitas, supaya ada satu kesatuan dan jangan terpecah-pecah soal aspirasi dan bagaimana melihat RUU Permusikan ini,” ucapnya.
Kedua, kata Ara, bahwa ada pertimbangan-pertimbangan bagaimana hak cipta dan kehidupan seniman dan kepentingan negara juga harus dilindungi.

Menurutnya, dari berbagai aspek, kepentingan seniman harus dijaga ekosistem, hak cipta, kenyamanan dan kemudian indutrinya serta penerimaaan negara yang sangat komprehensif.
Dirinya yakin Bamsoet sebagai Ketua DPR, yang didukung penuh oleh anggota dewan bisa bekerja dengan semangat untuk mengakomodir kepentingan seniman.
Seniman diharapkan mempersiapkan segala sesuatunya dalam dua pekan ke delan kembali bertemu dan sudah ada progres-progres yang konkret.
“Ini kesempatan yang baik buat para seniman agar mampu membuat gebrakan enam bulan ke depan sebelum periode DPR ini usai, RUU itu sudah disahkan. Tapi selesainya harus berkualitas. Jangan hanya bermanafaat bagi seniman tapi juga bagi rakyat,” katanya. (ful)