Soenmandjaja Ajak Jaga Toleransi

Cibinong – Memasuki tahun politik yang kian memanas, Tb Soenmandjaja, anggota FPKS MPR RI mengajak semua elemen masyarakat untuk tetap bersatu dan tidak mudah terhasut dan terprovokasi.
Hal itu mengemuka dalam acara Sosialisasi 4
Pilar MPR RI di Kelurahan Ciriung, Cibinong pada Sabtu 02/02/2019 di hadapan para pemuda, kaum ibu dan masyarakat.

“Jangan mudah percaya dengan berita-berita yang tidak jelas sumbernya. Semua elemen masyarakat harus tetap bersatu jangan tercerai berai,” kata Soenman.

Alumnus FH UIKA ini berpesan agar kita tetap menanamkan nilai-nilai Pancasila untuk tetap saling menjaga toleransi, menghargai dan menghormati.

“Jangan sebaliknya, suka menuduh-nuduh orang anti Pancasila, anti NKRI. Harus kembali memikirkan bangsa ke depan, jangan sampai anak cucu kita nanti menjadi korban,” kata dia. Bahkan beliau menambahkan, “Tak ada satupun sila-sila dalam Pancasila itu yang bertentangan dengan Alquran.” Tambah Kang Suman –demikian biasa beliau disapa — menambahkan semua anak bangsa wajib bersatu menangkal intoleransi. Belajarlah Islam secara

mendalam, belajar kepada Rasulullah, bagaimana Rasulullah menghargai dan mengelola perbedaan saat beliau memimpin Madinah. Jauh sebelum Pancasila lahir, Rasulullah sudah terlebih dahulu mengajarkan tentang kebhinnekaan dan toleransi. Ajarannya sangat jelas sekali. “Bagimu agamamu dan bagiku agamaku.” Soenman juga menambahkan dan mengakui bila jelang Pilpres, intoleransi sangat berpotensi terjadi.

“Toleransi menguat di tahun 2015. Namun melemah kalau ada momentum politik. Tapi kalau tidak ada momentum politik maka biasanya kita bisa kembali ke natur sebagai masyarakat berbasis Pancasila,” cetusnya. Tentu kita justru ingin menjaga toleransi sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad.

Soenman kemudian menambahkan agar para timses capres-cawapres yang bertarung di Pilpres 2019 bisa lebih santun dalam kampanye dan mengajak kepada para pendukungnya untuk tetap menjaga persatuan.
Beliau juga mengajak masyarakat untuk tidak menanggapi politik secara berlebihan jelang
Pilpres 2019 ini.
“Perbedaan itu wajar, so what gitu, anak kembar saja DNA-nya pasti berbeda. Perbedaan adalah sesuatu yang niscaya. Alquran pun mengajarkan demikian. Jangan menyikapi perbedaan di media sosial terlalu berlebihan. Kalau kita memandang Indonesia dengan toleransi maka akan indah sekali,” Ujar pria yang juga sebagai salah seorang pimpinan di MKD DPR RI tetsebut mengakhiri uraiannya.
(Mul)