JALAN UTAMA PARUNGPANJANG SEMAKIN RUSAK DAN MEMBAHYAKAN PENGENDARA

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Jalan Raya Bunar-Parungpanjang Provinsi Jawa Barat (Jabar) merupakan akses utama di wilayah tersebut. Selain menjadi jalan umum, ruas jalan kelas provinsi ini juga menjadi akses lalu lalang angkutan tambang dari Kabupaten Bogor menuju ke wilayah Tangerang dan DKI Jakarta.

Ironisnya, jalan yang belum lama diperbaiki ini, sekarang sudah mulai rusak dan bergelombang. Disinyalir, cepatnya kerusakan jalan ini akibat banyaknya truk tambang yang melintas dengan membawa muatan mateeial tambang yang melebihi kapasitas tonase beban jalan tersebut.

Pantauan bogoronline.com, jalan raya yang bernama jalan Muhamad Toha ini, mengalami kerusakan di beberapa titik. Bahkan di salah satu tempat, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat, memasang sebuah spanduk besar bertuliskan “Hati-Hati.!!! Jalan Bergelombang”.

Di konfirmasi terkait kondisi jalan tersebut, Sekretarus Kecamatan (Sekcam) Parungpanjang Icang Aliyudin menjelaskan, jalan tersebut memang sudah kembali rusak dan kondisi jalan menjadi licin saat turun hujan, sehingga masyarakat atau pengguna kendaraan harus berhati – hati saat melintas.

“Kerusakan akibat dari beban tonase kendaraan tambang yang melintas melebihi kapasitas kekuatan jalan. Ditambah kualitas jalan yang tidak sesuai dengan kondisi yang ada,” ungkap Icang Aliyudin kepada sejumlah wartawan, Rabu (20/3/19).

Icang mengatakan, perawatan jalan raya Mohamad Toha tuas Parungpanjang Bunar memang kurang pemeliharaan. Padahal jalan tersebut baru diselesaikan pembangunannya oleh Dinas Pekerjaan Umum / Bina Marga Provinsi Jawa Barat, beberapa bulan lalu.

“Jadi sekarang masih dalam masa pemeliharaan. Saat ini kondisi jalan tersebut sudah bergelombang dan rusak,” ujarnya.

Sekcam Parungpanjang menambahkan, pemberlakuan uji coba lalu lintas truk angkutan tambang oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) belum sepenuhnya berjalan maksimal. Hal tersebut terlihat dari masih adanya mobil-mobil truk tronton pengangkut tambang yang melintas di dalam jam – jam ujicoba yang diberlakukan.

“Masih banyak mobil truk tronton yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Bahkan pagi-pagi sudah berderet dari pintu kereta api sampai Caringin, meskinya mereka masuk setelah pemberlakuan jam oprasionalnya,” ungkapnya.

Dikatakannya, pemberlakuan masa uji coba tahap ketiga oleh BPTJ sudah berakhir pada tanggal 18 Maret 2019 lalu. Menurutnya, berdasarkan surat edaran dari BPTJ, untuk truk tambang yang tidak bermuatan di Kabupaten Bogor berlaku mulai pukul 22.00 hingga pukul 04.00 WIB. Selain jam tersebut, semua truk yang bermuatan dan tidak bermuatan di larang melintas.

“Itu aturan yang dimuat dalam surat sosialisasi ujicoba masa evaluasi pengaturan angkutan barang tambang di wilayah Kabupaten Bogor di tahap 3. Saya terima surat ini pada tanggal 11 Maret 2019,” pungkasnya. (Mul)