PDAM Bentuk Tim Pengamanan Pemilu

bogorOnline.com

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bertekad mengamankan jalannya pemilihan umum (pemilu) 17 April ini. Ketersediaan air bersih jadi prioritas utama menyambut pesta demokrasi lima tahunan ini.

Direktur Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Rino Indira Gusniawan melalui Asisten Manajer Humas R. Poppi Rustanti mengatakan PDAM saat ini fokus pada persiapan jelang pemilu. Seluruh petugas diminta siaga dan respons cepat ketika ada gangguan pengaliran.

“Menyikapi pemberitaan terkait pemilu, kondisi pemilu ini berbeda dengan kondisi pilkada sebelumnya. Seluruh petugas, terutama di jajaran teknik harus siaga, baik sebelum pencoblosan, pada hari H, maupun saat perhitungan suara,” ujar Poppi.

Seluruh pejabat struktural tidak diperkenankan meninggalkan Kota Bogor pada H-1 hingga H+1. Bila ada keperluan mendesak yang harus ke luar kota, wajib mendapat ijin tertulis direksi.

“PDAM Kota Bogor juga akan membentuk tim khusus pengamanan pemilu yang dipimpin Sekretaris Perusahaan Teguh Setiadi. Ketua hariannya adalah Manajer NRW dan Trandis, Dani Rakhmawan,” jelas Poppi.

Tim ini bertugas memastikan distribusi air bersih berjalan lancar, dan segera bergerak ketika terjadi gangguan pasokan.

“Kesigapan petugas harus sesuai SOP yang telah disusun, terutama buka-tutup valve, backwash, buang lumpur, penanganan kebocoran, dan lain-lain,” kata Poppi.

PDAM juga telah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membantu pengamanan objek-objek vital seperti sumber mata air, instalasi pengolahan hingga perbaikan pipa bocor.

Sementara untuk pejabat yang tidak terlibat operasional pengamanan sistem pada H-1 sampai H+1, diminta menjadi koordinator di wilayah tempat tinggalnya untuk pelaporan gangguan, terutama di daerah-daerah titik rawan.

“Petugas mobil tangki harus standby dan berada di lokasi-lokasi yang disepakati. Jika kebutuhan tangki tidak mencukupi, maka disiapkan alternatif sewa tangki daerah lain. Pemasangan tangki air hydran umum (TAHU) juga harus disiapkan,” tandas Poppi.(*)