Hayu Ka Bogor “Danapati Equestrian Hiburan, Olahraga dan Sunnah Nabi”

“Selain olahraga, berkuda merupakan salah satu sunnah Rasul.”


Hal itu dikatakan Pemilik Danapati Equestrian, destinasi berkuda di Jalan Raya Sukajaya nomor 70 Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor Ferlito Sabarrudin.
Ferlito dan keluarganya mengalokasikan lahan seluas 6.000 meter untuk dijadikan tempat bagi para pecinta olahraga berkuda.
“Tempat ini namanya Danapati Equestrian, Equsestrian itu artinya ketangkasan berkuda,” kata Ferlito.

Ferlito yang juga seorang atlet berkuda sangat menginginkan olahraga ketangkasan berkuda menjadi olahraga favorit di kalangan masyarakat. Selain prestasi, menurut dia, olahraga berkuda sangat bermanfaat bagi kesehatan. “Bagi muslim, berkuda juga merupakan sunnah Nabi Muhammad,” kata Ferlito.
Danapati Equestrian berdiri sejak 27 April 2012. Awalnya, tempat ini merupakan privasi keluarga, namun karena banyaknya masukan dan animo masyarakat yang ingin mencoba berkuda, Ferlito dan keluarga akhirnya memutuskan Danapati Equestrian dibuka untuk umum.
Para pengunjung yang datang ke tempat itu akan banyak sekali mendapat informasi tentang Kuda, baik dari sisi perawatan, jenis dan yang tak kalah penting adalah berinteraksi dengan hewan yang menjadi simbol keperkasaan tersebut.


“Pengunjung bisa memanfaatkan Danapati Equestrian untuk fun ride sambil latihan mempersiapkan dan menunggang kuda besar dan ada juga kuda Poni,” katanya.
Selain itu, Danapati Equestrian juga membuka Ridding School bagi pengunjung yang ingin menjadi Rider dengan bimbingan instruktur profesional. Menurut Ferlito, beberapa Rider yang pernah berlatih di tempat tersebut menjadi atlet profesional dan mengikuti sejumlah perlombaan ketangkasan berkuda nasional.
“Kami memang sangat konsen dengan ketangkasan berkuda, seperti Jumping maupun Dreesage,” tambahnya.
Untuk pengunjung yang datang bersama keluarga, pihak pengelola menjadikan Danapati Equestrian menjadi tempat yang sensasional dan edukatif. Anak-anak bisa berinteraksi secara langsung dengan kuda, mengenal karakter dan bagaimana merawat kuda untuk selalu sehat. “Banyak juga yang bikin video vlog, bahkan menggelar acara keluarga, seperti ulang tahun di tempat ini,” katanya.
Danapati memang sangat memerhatikan perawatan terhadap kuda-kuda yang ada di tempat tersebut. Menurut Ferlito, pihaknya mengalokasikan waktu 4 hingga 6 jam untuk kuda- kuda ke luar kandang dan merumput di umbara. “Tujuannya supaya kuda-kuda tidak boring, tidak stres dan juga tetap sehat,” katanya.
Dia berharap, usaha yang sedang dilakukan Danapati Equestrian dalam memasyarakatkan olahraga berkuda dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Menurut dia, selama ini ada anggapan sebagian masyarakat kalau berkuda merupakan olahraga yang mahal.
Pendapat tersebut memang tidak sepenuhnya salah, namun Danapati Equestrian menjadi solusi dua masalah tersebut. “Berkuda di sini memang ada biayanya, tapi sangat terjangkau. Kami juga sangat memperhatikan safety untuk keselamatan berkuda,” tutupnya.