Faktor Tanah yang Labil, Penyebab Longsor Jembatan Paranje Rumpin

RUMPIN – bogorOnline.com

Terkait Longsor yang terjadi di Jembatan Paranje Kecamatan Rumpin, Pengamat Unit Pelaksana Teknis (UPT) PUPR Leuwiliang, Oman Wilanta menyebut terjadinya longsor jembatan Paranje di Desa Cibodas Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor merupakan, akibat dari faktor tanah yang labil, meskipun jembatan ini baru berdiri sejak dua tahun lalu.

“Keretakan pada jembatan dibagian tengah,┬ásudah dilakukan perbaikan dengan cara pemadatan kembali. Namun, akibat alam dan tebing yang tinggi, sehingga tanah tidak kuat menahan, dan akhirnya amblas,” ungkap Oman, Jum’at (30/8/19).

Oman melanjutkan sepanjang dari hasil ukur, reruntuhan dari Dinding Penahan Tanah (DPT) 14 meter dari pondasi awal 7 meter dengan kedalam dari permukaan air dasar kali 14 meter, kalau dari pondasi awal itu 10 meter.

“Saya sudah melaporkan kepimpinan UPT serta Pemerintah Desa dan Kecamatan sudah saya sampaikan,” ujarnya.

Selain itu, Oman meminta kepada warga atau pengguna kendaraan roda 4, untuk sementara dimohon pengertiannya, dan agar lebih bersabar tidak memaksakan kehendak, kecuali kendaraan roda 2 mungkin masih bisa melalui.

“Kalau mobil jenis mini bus sebetulnya masih bisa, itu juga kalau kita paksakan, tapi di hawatirkan dampak reruntuhan longsur itu bisa meluas. Jadi untuk sementara, saya masih menunggu dari pimpinan untuk tidak lanjutnya kedepannya, dan surat dari Desa dan Kecamatan sudah saya laporkan,” tandasnya. (Mul)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *