Puluhan Pelajar Bogor Barat Terjaring Razia Polsek Parungpanjang

PARUNGPANJANG – bogorOnline.com

Jajaran polsek Parungpanjang menggelar razia pelajar di Jalan Raya Sudamanik Kecamatan Parungpanjang. Razia ini dilakukan untuk mengantisipasi para pelajar yang diduga akan ikut demo ke gedung DPR dan MPR Jakarta.

Dari hasil razia tersebut, petugas polsek Parungpanjang, unit lalulintas dengan unit reskrim berhasil menghalau puluhan pelajarĀ  SMP dan SMA yang sedang menaiki mobil bak terbuka di Jl. Raya Sudamanik Kp. Cijapar Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Sebanyak 62 orang pelajar yang kedapatan, langsung digelandang ke mapolsek Parungpanjang, Senin (30/09/2019).

Kanit reskrim polsek Parungpanjang Iptu Irwan Alexsander mengatakan para pelajar ini mengaku akan menuju ke Jakarta untuk ikut demo. Pelajar yang akan ikut demo, lantaran adanya ajakan dari media sosial (Medsos) tersebut yang didapatnya.

Mereka rencananya akan menuju kestasiun kereta Parungpanjang, dan akan menuju ke Jakarta. Menurut Irwan, para pelajar SMP dan SMA ini hannya ingin ikut berpartisipasi, dan mereka pelajar dari sejumlah sekolah di wilayah Bogor Barat.

Menyikapi hal tersebut, Irwan menuturkan, sesuai dengan perintah pimpinan, pihaknya akan melakukan himbauan melalui setiap Babinkabtimas di setiap Desa-Desa di wilayah hukum Polsek Parungpanjang. Untuk memberitahukan kesetiap sekolah atau masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga anak-anak atau para siswa tersebut.

“Kita juga akan melakukan pemeriksaan Hp atau Smartphone milik para pelajar di setiap sekolah-sekolah,” imbuhnya.

Sementara itu kapolsek Parungpanjang kompol Nurohim saat dihubungi mengatakan para pelajar sedang kami data dan memanggil guru pebimbing sekolahnya masing-masing.

“Sekarang para dewan guru dari sekolah masing-masing di wilayah Bogor Barat sudah berada di Polsek,” ujar kapolsek Parungpanjang saat melakukan penjagaan di Stasiun Kereta Tenjo.

Hingga kini, pihaknya masih melakukan penjagaan di Stasiun Kereta Cilejet dan Stasiun Kereta Parungpanjang. Hal ini dilakukan untuk menghalau pelajar yang menuju ke Jakarta yang diduga akan ikut aksi Demontrasi. (Mul)